GMPK Gelar Aksi Pentanyakan Status Rektor UMB

      No Comments on GMPK Gelar Aksi Pentanyakan Status Rektor UMB

Baubau / Sultra1News – Gerakan Mahasiswa Pemikir Kiri (GMPK) Baubau, megelar aksi mempertanyakan status tersangka Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Suriadi atas dugaan kasus pengelapan dana kamupus senilai 162,5 juta, hal ini berdasarkan hasil audit PP Muhammadiyah.

Koordinator Lapangan (Korlap) GMPK, LM Rojit mengatakan tuntutan utama dari GMPK adalah meminta hasil dari penyidikan yang dilakukan oleh kasat reskrim Polres Baubau, yang menetapkan Suriadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengelapan dana kamus UMB tersebut.

“Selain meminta keterangan terkait penetapan Suriadi sebagi tersangka, pemahaman kami UMB yang dimana adalah kampus Islamia yang berpegang teguh pada Al-Quran dan hadis. Maka kami minta pak Suriadi itu mundur dari jabatanya, karan ajaran dari pendiri UMB, Kyai Haji Ahmad Dahlan tidak pernah mengajarkan untuk menjadi tersangka atau pun dalam kasus pengelapan dana seperti itu,” Ungkapnya pada awak media, Senin (10/9/18).

Dirinya juga menegaskan akan terus mengotrol kasus tersebut, karna menurutnya hal tersebut adalah dari tugas GMPK. Pun begitu GMPK tetap akan melakukan aksi susulan jikalau tidak ada kejelasan dari kasus tersebut. F

Sementara itu, Ipda Widianti KBO Reskrim didampingi Penyidik Satreskrim Polres Baubau Ipda Busrol Kamal SH MH, yang menerima perwakilan aksi tersebut, menerangkan bahwa sepanjang pihak Polres Baubau belum memutuskan status tersangka maka yang bersangkutan dalam hal ini, Suriadi masih sebagai tersangka.

“Kami mewakili Kapolres Baubau, dalam hal ini Kasat Reskirm, menerima rekan-rekan alumni mahasiswa, Kami sampaikan apa yang ditanyakan tentang kasusnya pak Suriadi klir. Karna tentunya sepanjang kami dari pihak Polres belum memutuskan status tersangka dari beliau, artinya dia masih sebagai tersangka,” ucap Penyidik Satreskrim Polres Baubau, Ipda Busrol Kamal SH MH, saat dikonfirmasi diruangannya.

Dilanjutkanya, pihak Polres Baubau dengan alat bukti yang dimiliki menetapkan Suriadi sebagai tersangka, yang kemudian menindak lanjuti dengan mengiriman berkas perkara yang mana, kata dia, pihaknya sudah mengirimkannya sudah dua kali ke Kejaksaan Nergi Baubau.

“Nah dalam proses pengiriman berkas perkara itu tenyata oleh pihak Kejaksaan melakukan penelitian ada beberapa sarat formil dan materil belum terpenuhi, sehinga itu lah kami melakukan pembetulan atau pengumpulan alat bukti dan ini kami sudah lakukan,” tuturnya.

Dalam waktu dekat ini, kata dia, dari pihak Polres Baubau, setelah mendapat adanya satu dokumen hasil audit kopian yang diserakan oleh pihak pelapor yang melalui kuasa hukumnya sudah mulai rampungkan. Namun pihaknya masih akan meminta konfirmasi kepada pihak LPPK yang melakukan audit terhadap keuangan pihak Muhammadiyah termaksut di UMB.

“Untuk itu kami akan memintai pernyataan secara ferbal, bagaimana kesimpulan dari hasil Audit ini. Apakah ini menjadi tindakan melawan hukum yang menyebabkan kerugian terhadap pihak Muhammadiyah atau tidak,” tuturnya.

(Ady/SSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *