Pelantikan Yang Bertepatan Dengan HTN, GMNI Harap Walikota Baubau Pro Kepada Kesejahteraan Rakyat.

Baubau / Sultra1News.com – Walikota Baubau priode 2018-2023 resmi dilantik oleh Gubenur Sulawesi Tenggara di Kendari. Bertepatan dengan itu, Hari Tani Nasional (HTN) yang diperingati setiap tanggal 24 september terutama oleh para petani di seluruh Indonesia, membuat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berharap Pemimpin Kota Seribu benteng ini, bisa lebih pro kepada kesejahteraan Rakyat.

Ketua GMNI kota baubau, Ramadan mengatakan tentunya selain masyarakat kota Baubau berbanga dengan telah dilantiknya Walikota dan Wakil Walikota Baubau Hari ini, Senin (24/9/18) juga diperingati sebagai pengingat bahwa pada tahun 1960, Presiden Soekarno menetapkan UU No 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria (UUPA).

Yang mana, Lanjut dia, UU ini juga mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum Marhaen (petani) untuk mengatur hak atas tanah, sumber-sumber agraria untuk dikelola dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran petani dan bangsa, yang diputuskan berdasarkan KEPRES Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963 yang menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai identitas bangsa.

“Karena kita dikenal sebagai bangsa Agraris dan hari ini juga bertepatan dengan pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilh ini adalah sebuah momentum yang sangat sakral, semoga pemerintahan Tampil Manis dapat memperhatikan lebih baik kesejahteraan para marhaen (Petani) yang ada dikota Baubau,” ujurnya pada wartawan, Selasa (24/9/18).

Karna, dikatakanya, Ali Mazi yang belum sampai sebulan menjabat menjadi gubernur sudah merugikan rakyat Sulawesi tenggara dengan membuat pesta rakyat pekande-kandea, sebanyak 2.040 talang yang disajikan yang sebagian besar dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Sementara, masyarakat kalangan bawah seolah olah dikesampingkan.

“Ini adalah sebuah pemborosan anggaran yang tidak pro kepada rakyat kecil anggaran untuk 2040 talang kalau masing-masing talang Rp. 1.000.000 maka untuk 2.040 talang adalah sebesar Rp. 2.040.000.000 juta,” Ungkapnya.

Lanjut, Kata dia, hal ini belum dihitung dengan biaya SPPD. Dari penjaga talang hingga perwakilan SKPD yang hadir pada kegitan tersebut.

Dikatakanya, Andai anggaran tersebut dipakai untuk membantu para petani untuk pengadaan mesin traktor (Quick Capung Metal, red) dengan harga Rp 11.250.000 juta. Maka dengan anggaran itu dapat membeli traktor 181 traktor.

“Artinya pemerintah Sultra dapat membatu 181 Petani, masing masing mendapat 1 traktor belum dihitung dengan biaya SPPD dan Lain-lain. Miris ini terjadi Gubernur Ali Mazi belum genap 1 bulan menjabat suda merugikan Rakyat kecil,” Ungkapnya.

Olehnya itu, Ketua GMNI Baubau ini berharapkan agar syukuran pelantikan Tampil Manis tidak mengikuti syukuran atau pesta rakyat yang tidak berguna sedikitpun untuk kesejahteraan rakyat terkhusus pada momentum para marhaen (petani) ini.

“Maka untuk itu Kami meminta kepada Walikota Baubau agar jika nanti membuat syukuran harus pro kepada Kesejahteraan Rakyat,” tuturnya.

(Ady/SSN)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *