Wali Kota Baubau Lepas 28 Orang Relawan ke Palu

Pelepasan 28 relawan peduli Palu Oleh AS Tamrin

Pelepasan 28 relawan peduli Palu Oleh AS Tamrin

– AS Tamrin : Relawan Yang Berangkat ke Palu Harus Menjaga Diri dan Nama Baik Kota Baubau

Baubau / Sultra1News.com – Pemerintah kota Baubau mengirim sejumlah 28 orang relawan untuk membantu korban bencana alam di daerah Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini sebagai bentuk rasa peduli terhadap terhadap korban bencana disana.

Wali Kota Baubau AS Tamrin mengatakan, relawan yang diberangkatkan ke Daerah Palu dan sekitarnya agar tetap menjaga diri dan nama baik daerah ketika sampai di Palu nantinya.

“Relawan yang berangkat ke Palu harus menjaga diri dan nama baik daerah Baubau. Sampai disana harus berkoordinasi satu sama lainnya dan juga bekerja sama dengan teman-teman dari daerah lain,” ungkapnya saat menyampaikan sambutannya di Rumah Jabatan wali Kota Baubau, Jum’at (5/10/18).

Wali kota Baubau dua Priode ini, mengapresiasi para relawan yang tergabung dari beberapa instansi dan organisasi karena telah sukarela mendaftar untuk menjadi relawan untuk korban gempa dan tsunami di Palu.

“Sampai disana para relawan harus betul-betul membantu korban bencana alam itu, karena sikap dan prilaku relawan akan menunjukkan representasi dari orang Buton. Tetapi, harus berhati-hati juga karena disana banyak bahaya seperti yang kita lihat dibeberapa Media, misalnya seperti penjarahan,” Ungkapnya.

Bersamaan dengan AS Tamrin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali menambahkan, relawan yang diberangkatkan oleh pemkot Baubau berjumlah 28 orang.

“28 orang ini terdiri dari anggota BPBD, anggota Palang Merah Indonesia (PMI), Bidan, anggota Pemadam Kebakaran (Damkar), tekhnisi kelistrikan dan ada juga dari mahasiswa,” tuturnya.

Muslimin Hibali mengatakan, relawan yang diberangkat ke Palu itu, selain karena sudah memiliki keahlian dan pengalaman sebagai relawan bencana, ada juga yang diakomodir pihaknya dengan alasan sebagian keluarga relawan tersebut yang belum ditemukan kabarnya hingga saat ini.

“Seperti ada mahasiswa yang kami akomodir berangkat menjadi relawan, karena alasan sebagian besar keluarganya di Palu belum ditemukan hingga hari ini atau hilang kontak, makanya kita berangkatkan. Para relawan ini akan berada di Palu paling cepat satu minggu dan paling lama sepuluh hari,” ungkapnya.

(Ady/SSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *