Julius Beberkan Kronologi Hilangnya Dua Truk Kayu di KPH Lakompa

– Polhut Lakompa itu, sebut Lamberi Adalah Dalang Dari Kasus Ini

Baubau / Sultra1news.com – Polisi Kehutanan (Polhut), Julius yang merasa dipecundagi oleh pimpinanya, akhirnya balak-balakan menceritakan kornologi kejadian hilangnya dua truk kayu ilegal Sono Keling di Kantor KPH Lakompa, Selasa (11/9/18) malam lalu.

Julius mengatakan, sehari sebulum hilangnya dua truk kayu ilegal itu, sekitar pukul 16.00 wita dirinya menerima telfon diri Kapala KPH Lakompa, Lamberi. Yang memerintahkannya untuk memindahkan Dua truk tersebut dari Polsek Batauga ke kantor KPH Lakompa. Karena sudah melewati Dua kali 24 jam.

“Dan memang disitu saya rasa dia sudah atur untuk kemudian diambil paksa. Yang nama saya sebagai bawahan tetap mengikuti apa perintah dari pimpinan saya,” ungkapnya pada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (8/10/18) malam.

Dijelaskanya setelah dipindahkan kayu tersebut dari polsek ke kantor KPH lakompa, yang saat itu Julius bersama kedua rekannya yakni Zainal Ramli dan Anwari yang diperintahkan oleh Lamberi untuk tidak meminta paksa kunci mobil tersebut jika kedua supir mobil itu engan memberikan kunci mobilnya.

“Disitu saya kembali menerima telfon dari pak lamberi yang mana kami diperintahkan, jika kalian menerima kunci mobil selesai di pindahkannya dua truk ke KPH Lakompa, dan supirnya tidak mamemberikan kunci mobilnya jangan di paksakan,” tuturnya.

Saat Julius dan kedua rekannya meninggalkan Kantor KPH Lakompa untuk pulang kerumah masing-masing, kata Julis, Setiba dirumah sekitar pukul 22.00 wita, Lamberi kembali menghubunginya melalui via WA, memerintahkannya kembali ke kantor KPH untuk menjaga dua truk kayu yang sudah dipindahkan dari Polsek Batauga itu.

“Namun sempat saya memuat bantahan, bahwasanya perintah Pak Lamberi via WA tidak sama dengan apa yang diperintahkan sebelumnya melalui telfon. Tetapi saya mulai mengerti, karna menurut saya Pak Lamberi disini seakan lepas tangan, Kemudian kayu tersebut hilang, dan sampai di KPH wakonti ribut lah masalah itu,” tuturnya.

Ditambahkanya, adapun pengakuan Ismail yang terang-terangan dibeberapa media tentang pengambilan Kayu di KPH Lakompa, Kata Julius, berdasarkan rekaman percakapanga bersama Ismail melalui telfon, itu adalah perintah dari Lamberi.

“Selain pernyataan dari Ismail dibeberapa media bahwa dia mengambil kayu barang bukti itu dari kantor KPH, saya juga punga bukti yang mana menurut pengakuan Ismail kepada saya sudah ada perintah memang bos saya yaitu Lamberi. Dan ada bukti rekaman telfon saya dan Ismail,” ujurnya.

Julius juga berharap agar kasus ini segera diproses secepatnya. Terkait keterangan yang diberikan Julius pada wartawan di mengakui adalah rill, Namun dirinya belum mau terbuka banyak sebab dokumen berupa rekaman itu nantinya akan diserahkannya langsung kepada penyidik.

Pun begitu saat Wartawan meminta klarifikasi dengan mencoba menghubungi Lamberi dan Ismail melalui via telfon urung ada jawaban sampai dengan di terbitkannya berita ini.

(Ady/SSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *