LPKP Sultra Sebut Sejumlah Oknum KPH Lakompa Ikut Terlibat Dalam Kasus Hilangnya Dua Truk Kayu Ilegal

Baubau / Sultra1News.com – Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakui adanya kerelibatan sejumlah oknum pegawai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lakompa. Terkait hilangnya kayu ilegal Sono Keling di Kantor KPH tersebut yang terletak di kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Menurut Ketua LPKP Sultra, La Ode Tuangge, Secara logika tidak masuk akal di Kantor KPH Lakompa dua unit mobil sitaan bisa hilang apalagi mobil yang berisikan kayu tersebut pernah di titip di Polsek Batauga.

“Jelas lah ada kerelibatan mereka, karna mereka adalah pegawai KPH. Sebab bagaimana barang bukti yang sudah diamankan di Polsek Batauga yang lalu, di pindahkan kantor KPH Lakompa kenapa barang itu bisa hilang, jikalau tidak ada keterlibatan dari mereka,” tegasnya saat di konfirmasi wartawan, Sabtu (6/10/18) malam.

Hilangnya dua barang bukti tersebut, kata dia, merupakan pelanggaran yang sangat fatal dilakukan oleh KPH Lakompa.

“Apa lagi menurut salah satu supir mobil truk yang sempat memuat kayu ilegal tersebut hanya di beri surat izin jalan atau nota angkutan, itu pun hanya dalam bentuk selembar kertas, ,” jelasnya

Kata dia, setelah mengali lebih jauh terkait hilangnya dua truck kayu ilegal tersebut, LPKP Sultra menemukan fakta bahwasanya kayu ilegal disimpan di kelurahan Sulaa, kecamatan Betoambari, Kota Baubau.

“Setelah kami telusuri berdasarkan informasi yang diberikan oleh supir salah satu mobil truk itu. Ternyata kayu tersebut dibongkar di atasnya pantai nirwana dibagian rerumputan didekat pantai, Namun kami hanya menemukan sisa-sisa kulit kayunya saja yang ada di lokasi tersebut,” tuturnya.

Tamrin Sapaan akrab La Ode Tuangge ini juga mengatakan dalam kasus hilangnya dua truk kayu Ilegal ini. Karna adanya keterlibatan antara Lamberi selaku Kepala KPH Lakompa, Julius Selaku Polhut Lakompa, Ismail yang mengaku sebagai pemilik kayu dan nama baru H Akbar yang merupakan anggota DPRD Muna Barat dari partai Hanura yang merupakan pembeli kayu tersebut.

Ditambakanya juga, sampai saat ini juga pihaknya sedang terus melakukan investigasi mengumpulkan bukti serta akan sesegera mungkin melaporkan kasus ini kepada pihak penegak hukum.

Adapun saat wartawan mencoba menghubungi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam hilangnya dua truk kayu ilegal tersebut, hanya satu diantaranya yang bisa terkonfirmasi. yaitu Julius selaku Polisi Kehutanan (Polhut) KPH Lakompa.

Tegas saat di konfirmasi Wartawan, Julius pun meminta agar kasus ini segera di proses agar mendapatkan titik terang.

“Kalau bisa agar segera kasus ini di laporkan dan diselesaikan. Saya juga sudah memiliki bukti-bukti yang akan saya kasih kepada penyidik,” tegasnya.

(AG/SSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *