Musim Kemarau, PDAM Baubau Kesulitan Salurkan Air Bersih di Dataran Tinggi

Baubau / Sultra1News.com – Akibat kemarau panjang sejumlah titik sumber air mengalami penurunan debit yang cukup signifikan. Situasi ini, membuat daera pemukiman tinggi sulit dialiri air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau secara normal.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Baubau, La Ode Ali Hasan mengatakan saat ini posisi debit air berkurang hingga 20 persen dari normalnya. Dimana setiap hari debit air menurun 2-5 cm.

“Ada sumber air di Sorawolio mengalami kekurangan debit. Makanya daerah ketinggian tidak bisa naik air, meskipun pakai mesin,” ungkap Ali Hasan pada Sultra1news.com, Jumat (19/10/18).

Dikatakanya, Beberapa daerah ketinggian yang sulit dialiri air melalui pipa itu ada di wilayah Kecamatan Wolio antara lain BTN Medibrata, BTN Asri Wijaya, dan Wakonti Kelurahan Kadolo Katapi.

Adapun penigkatan pelayanan dimusim kemarau ini, pihaknya mensiasati dengan cara menerjunkan dua unit mobil tangki berisi air ke daerah-daerah pemukiman tinggi tersebut. Sudah satu minggu terakhir ini, mobil tangki keliling melayani pelanggan-pelanggan yang membutuhkan air.

“Sebenarnya air kita bagus, tidak krisis. Hanya memang pengalirannya tidak sesuai jadwal lagi,” ungkapnya.

Kata dia, setiap mobil berkeliling membawa tangki besar berisi air sebanyak tiga kali per hari. Air tersebut dipasang tarif Rp 75 ribu per tangki.

“Tapi kalau hanya isi ember atau jeriken, itu kita gratiskan. Intinya, kita tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pelanggan di saat kemarau panjang seperti ini,” tuturnya.

(Ady/SSN)