Berikut Respon AKBP Daniel, Melihat Banyaknya Antusias Masyarakat Baubau Minta Kapolri Tunda Mutasinya Sebagai Kapolres

Baubau / Sultra1news.com – AKBP Daniel Widya Mucharam angkat bicara terkait adanya aksi masyarakat dan sejumlah komunitas di Kota Baubau yang meminta Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian, menunda mutasinya dari Kapolres Baubau menjadi Wakil Direktur Satuan Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Bengkulu.

Dalam aksi yang diterima Ketua dan Anggota DPRD Kota Baubau, Senin (22/10/18) Kamil Adi Karim meminta agar Kapolri menunda pergantian Kapolres Baubau yang dijabat AKBP Daniel Widya Mucharam hingga selesainya Pemilu 2019.

Olehnya itu, Perwira berpangkat dua melati ini, mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya selama menjabat sebagai Kapolres Baubau.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas apresiasi yang di berikan selama ini namun demikian yang pasti apa yang menjadi prestasi Polres Baubau karena kerja sama kita semua. Saya punya anggota juga hebat-hebat, tokoh-tokoh masyarakatnya juga luar biasa sehingga bisa sinergis, begitu pula TNI-nya luar biasa,” ungkapnya pada awak media saat ditemui di halaman Polres Baubau, Senin (22/10/18).

Kata dia, keberhasilan yang selama ini dicapai Polres Baubau dalam menjaga Kamtibmas, itu merupakan hasil kerja sama semua stakeholder.

“Bukan karena siapa yang menjadi Kapolres tetapi karena semua bersinergis bersama-sama berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas,” ujarnya

Menanggapi mutasi itu, kata dia, ink merupakan hal yang biasa dan menjadi dinamika dalam sebuah organisasi, bukan untuk diperdebatkan.

“Sebagai penyegaran, kemudian juga sebagai salah satu pembinaan karir. Jadi, bukanlah hal yang diperdebatkan karena itu sudah melalui proses penelitian kemudian proses penilaian, sehingga siapa pun itu sudah menjadi pertimbangan pimpinan. Pimpinan sudah merujuk pada suatu referensi yang sudah ada,” jelasnya

Diketahui, dalam aksi damai tersebut ada beberapa komunitas yang turut terlibat yakni club motor, komunitas penyanyi anak jalanan, komunitas pemudik, komunitas dancer. Selain itu juga hadir pemuda Tarafu, pemuda Kanakea, pemuda Lipu, dan pemuda Tanah Abang.

Sementara itu, dalam petisi itu telah berhasil mengumpulkan sebanyak sepuluh ribu tanda tangan.(Ady/SSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *