Demo Minta Provinsi Kepton di Mekarkan, Jadi Aksi Saling Lapor Antara Mahasiswa dan Sat Pol PP

Baubau, Sultra1news.com – Berawal dari aksi puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan “Mekar atau Merdeka dan Kepton Harga Mati” pada Kamis (29/11/2018). Di halaman kantor DPRD Baubau, yang berakhir bentrokan antara Mahasiswa dan Sat Pol PP berujung pada Aksi saling lapor antara keduanya.

Kemarin pada, Senin (3/12/18). Mahasiswa melaporkan dugaan insiden pemukulan di Mapolres Baubau, yang diduga dilakukan oleh pihak Pol PP di kantor DPRD Baubah saat aksi solidaritas untuk Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) itu dilakukan.

Selaku Korlap, Mursid Mengatakan sudah menindak lanjuti hal tersebut dalam bentuk lapor kepada pihak yang berwajib tepatnya jam 11.00 siang kemarin, dengan nomor Laporan polisi :LP/183/XII/2018/SULTRA/Res Bau-Bau. Dengan alat bukti yang dikatakanya sudah penuhi yaitu hasil Visum, Foto dan Vidio saat aksi.

“Kami akan terus menindaklanjuti hal ini, karna kami tidak inginkan kedepannya anggota satuan polisi pamong praja terus melakukan tindakan refresif lagi kepada teman-teman mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi,” ungkapnya pada wartawan Sultra1news.com.

Lebih lanjut, Kata dia, Hukum harus mengadili mereka yang sering melakukan tindakan represif kepada mahasiswa karna Negara Indonesia adalah Negara Hukum.

Ditempat yang berbeda, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Pol-PP, Husni Ganiru Mengatakan menjadi hak pendemo jika ingin melaporkan hal tersebut.

“Namun, kita juga akan mempelajari dari poin-poin yang menjadi dasar kita untuk melakukan laporan balik. Karna UU 89 itu sudah ada pasal-pasal yang menerangkan tentang menyuarakan Aspirasi di lapangan,” ujurnya

Sebab, dijelaskanya saat berdasarkan keterangan anggota Sat Pol PP diapangan tidak ada insiden pemukulan tersebut.

“Karna faktanya teman-teman Mahasiswa sendiri yang memaksakan diri ingin masuk dalam ruangan sidang yang sedang berlangsung antara SKPD dan DPRD tentang pembahasan anggaran di 2019,” ungkapnya.

Namun, kata dia, masa aksi terus memaksa masuk. Yang jelasnya sudah difasilitasi leh pihak Sat Pol PP bahwasanya masa akan diterima usai sidang selesai.

“Tetapi teman-teman pendemo ini tidak sabar, sehingga ada salah seorang pendemo yang menerobos Sat Pol PP. Karna memaksakan kehendaknya kedalam, maka dia di amankan oleh teman-teman Sat Pol PP secara keseluruhan dibawah ke depan pagar kantor DPRD,” tuturnya. (SSN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *