Ratusan Perawat Mogok Kerja, Pelayanan di RSUD Baubau Terancam Lumpuh

      Comments Off on Ratusan Perawat Mogok Kerja, Pelayanan di RSUD Baubau Terancam Lumpuh


Sultra1news.com, Baubau – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau terancam lumpuh, dikarnakan ratusan perawat tenaga jasa melakukan mogok kerja yang disebabkan tuntuan pihak perawat akan upah yang belum dibayarkan.

Arifin SH selaku kuasa hukum ratusan perawat tenaga jasa itu mengatakan sebanyak 320 perawat yang bekerja dirumah RSUD Baubau akan melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes yang disebabkan banyak di antaranya sudah lama belum menerima Insentif dari pihak RSUD Baubau.

Adapun upah yang diterima setelah berbulan-bulan bekerja, kata dia, pihak perawat hanya menerima insentif senilai Rp 266 ribu yang didapat dari biaya yang dibayarkan oleh BPJS ke RSUD Baubau.

“Itupun sudah berapa bulan baru dibayarkan. Dan saya pastikan seruluh perawat atau tenaga mangang ini akan mogok kerja, sampai adanya Informasi jelas tentang honor mereka yang dibuat dalam sebuah surat pernyataan,” tegasnya.

Menaggapi hal tersebut, Direktur RSUD Baubau, Dr Hj Nuraeni Djawa melalui PLH RSUD Baubau Muhammad Nasir mengatakan saat ini pihak rumah sakit masih mencari solusi agar pelayanan dapat berjalan dengan lancar mengatasi perawat tenaga jasa yang melakukan mogok kerja.

“Sebenarnya, menurut saya dengan acara mogok kerja seperti itu bukan cara yang tepat untuk memcari solusi, malah kita tidak mendapat solusi jika mereka mogok kerja,” ungkapnya.

Sebab diakunya, hal tersebut sangat berdampak sebab bisa saja pelayanan RSUD Baubau lumpuh akibat kekurangan tenaga dibidang rawat inap dan rawat jalan. Olehnya itu pihak RS dengan sisa tenaga yang ada dirumah sakit ini, yang membuat surat edaran dengan himbauan atur kepada kariawan untuk mengatur kembali jadwal piket dengan jumlah tenaga PNS yang ada.

“Mau tidak mau hal tersebut kita lakukan, sebab itu sangat berdampak besar pada pelayanan. Paling tidak hal tersebut bisa membantu sebab kami sangat kekurangan tenaga, harapanya pemerintah Kota dapat merespon hal ini,” tuturnya.

Bersamaan dengan masa aksi, Salah satu anggota DPRD Kota Baubau, Fajar Ishak Daeng Jaya mengatakan langkah yang diambil oleh puluhan perawat tenaga jasa untuk menyampaikan aspirasi di DPRD Kota Baubau sah-sah saja, sebab Kantor dewan merupakan rumah rakyat untuk menyampaikan keluhan dan bukan berarti melawan, Namun mereka datang hanya untuk menuntut haknya.

“Artinya kita sudah menghimbau agar mereka tidak melakukan mogok kerja dan pihak mereka akan mengupayakan. Bahwasanha hak-hak mereka akan kita upayakan itu iya, dan bagi saya ini adalah hak kemanusiaan,” ujar fajar pada wartawan.

Lebih lanjut, kata dia, Secepatnya Dewan juga akan melakukan pertemuan bersama Pemerintah Kota dan juga pihak Rumah Sakit guna mencari solusi agar pihak terkait mengeluarkan rekomendasi yang menjadi pegangan semua pihak untuk di laksanakan.

Data yang berhasil di himpun media ini, Adapun jumlah tenaga PNS di RSUD Baubau berjumlah 250 orang, sedangkan tenaga jasa perawat berjumlah 320 orang yang saat ini melakukan mogok kerja. (Ady/SSN)