Warga Desa Lampanairi Buton Selatan Terancam Kelaparan


Sultra1news.com, Baubau – Masyarakat desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Buton Selatan terancam kehilangan matapencaharian yang membuat ratusan masyarakat di desa tersebut tidak makan (kelaparan,red). di akibatkan oleh bocornya kapal pengangkut minyak mentah (kelapa sawit, red), di wilayah peraiaran Buton Selatan (busel). Sejak 28 Desember 2018 lalu.

Salah satu kepala dusun di Desa Lampanairi, Asnawi mengatakan warga desa Lampanairi yang notabennya berprofesi sebagai nelayan terancam kehilangan matapencaharian dikarnakan bocoran dari kapal tongkang pengangkut minyak mentah yang mengakibatkan pencemaran laut di wilayah tersebut.

“Sampai saat ini kami tidak lagi melaut karna sudah tercemar akibat bocoran dari kapal tongkang itu, boleh dikata kami sudah tidak bisa makan sebab hamir semua warga desa disini banyak yang berprofesi sebagai nelayan,” Ungkapnya pada wartawan, Jumat (11/01/18).

Lebih lanjut, dikataknnya, selain kehilangan matapencaharian, dampak dari bocornya kapal tongkang tersebut berbau tak sedap (Busuk,red), yang mengakibatkan banyak dari masyarakat didesa tersebut terjangkit penyakit yang beragam mulai dari bersin-bersin, batuk, mual hingga Sakit kepala.

“Olehnya itu, kami berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini, sebab sudah hampir dua minggu terakhir ini, kami disiksa akibat bau tak sedap yang diakibatkan oleh bocornya kapal tongkang tersebut,” tuturnya.

Adapun tim atau pun pemerintah yang turun meninjau lokasi, kata dia, sudah ada namun masih sebatas mengecek lokasi serta mengambil sampel untuk uji laboratorium saja.

Pantauan wartawan, limbah yang di akibatkan bocoran kapal tersebut berupa lemak yang menyebar di wilayah perairan desa Lampanairi dengan ketebalan satu cm. (Ady/SSN)