Dewan Pers Akan Segera Kaji Tabloid Indonesia Barokah

      Comments Off on Dewan Pers Akan Segera Kaji Tabloid Indonesia Barokah

Sultra1news.com, Jakarta – Dewan Pers akan segera mengkaji konten tabloid Indonesia Barokah menyusul aduan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dikutip dari publicanews.com, Hal itu ditegaskan anggota Kelompok Kerja Pengaduan Masyarakat dan Penegakkan Etik Dewan Pers, Rustam Fachri kepada tim Prabowo-Sandi yang diwakili anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Y Nurhayati.

Rustam mengatakan Dewan pers akan mengkaji apakah tabloid Indonesia Barokah sebagai pers atau lembaga jurnalistik atau bukan. “Apakah termasuk media massa atau sekadar barang cetakan saja,” ucap mantan wartawan senior Tempo itu, Jumat (25/1).

Lebih lanjut, kata dia, Dewan Pers juga akan menganalisis isi Indonesia Barokah, apakah menaati kode etik jurnalistik ataukah tidak. Dalam pekan depan diharapkan Dewan Pers sudah bisa menganalisis tabloid ‘gelap’ karena tanpa mencantumkan alamat dan pengelolanya itu.

“Termasuk tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Nurhayati mengadukan tabloid tersebut karena dinilai mendiskreditkan paslon nomor urut 02.

Hasil hajian Dewan Pers ini juga ditunggu aparat kepolisian untuk menentukan sikap atas beredarnya tabloid di sejumlah masjid di Pulau Jawa tersebut.

Kemarin, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jateng M Rofiudin mengatakan, peredaran tabloid itu sudah melingkupi hampir semua kabupaten dan kota di Jateng.

Pertama kali ditemukan di Kabupaten Blora. Bawaslu Blora sudah melakukan rapat pleno dan memutuskan tidak ada pelanggaran Pemilu.

Barokah kemudian merambah di Jawa Barat. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi mengatakan, tabloid itu telah menyebar di Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Namun, ia membantah terjadi peredaran secara masif.

Bawaslu Provinsi Banten memutuskan untuk menyetop peredaran tabloid kontroversial tersebut. Mereka meminta 10 paket, setidaknya berisi 1000 eksemplar, ditahan di kantor pos.

Semula tabloid hendak dikirim ke Kabupaten Serang, seperti Kecamatan Cikande, Kopo, Padarincang, meski tanpa nama pengirim.

Anggota Tim Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, menilai ada kekuatan besar sehingga tabloid bisa masif beredar di banyak masjid. (PN/SSN)