Moeldoko Bakal Hadiri Acara Fetival Nelayan Tradisional Di Kabupaten Buton

      Comments Off on Moeldoko Bakal Hadiri Acara Fetival Nelayan Tradisional Di Kabupaten Buton

Baubau – Kepala Staf Kepresidenan RI, Jendral TNI Dr. Moeldoko dipastikan akan menghadiri dan membuka secara langsung Acara Konsolidasi dan Festival Nelayan Tradisional Di Kab. Buton pada tanggal 4 Februari 2019.

Ketua Panitia pelaksanaan konsolidasi dan festival nelayan tradisional, Djery Lihawa, S.Kom, yang juga menjabat sebagai ketua DPD Provinsi Sulawesi Tenggara Relawan Nasionalis GK-Jo, Mengatakan, Berdasarkan surat dari Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia Nomor:B-19/KSP/D.IV/02/2019 Perihal: Konfirmasi kehadiran, Bapak Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jendral TNI, Dr. Moeldoko, berkenan untuk menghadiri undangan Konsolidasi dan Festival 20.000 Nelayan Tradisional dan 30.000 Masyarakat Pesisir Pantai.

“Berdasarkan Surat Balasan Dari Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dipastikan bapak Moeldoko bakal hadiri dan buka secara langsung acara yang kita adakan tersebut.” Tegasnya.

Dia menambahkan, maksud di adakan acara tersebut, Untuk menjawab segala permasalahan yang terjadi di lapangan selama ini serta memastikan bahwa pemerintah pusat mendukung hak para Nelayan Tradisional, yang bertujuan untuk menambah wawasan nelayan terkait pentingnya mengembangkan sektor nelayan, membalikan dan memulihkan hak dasar nelayan tradisional Kabupaten Buton, mengingatkan nelayan untuk tidak menggunakan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, serta membangun kebersamaan serta kreativitas sesama nelayan.

Di tempat yang sama, hal senada juga di katakan oleh ketua pembina nelayan tradisional, Muhammad Fadel Christopol, selain memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga dan mengembangkan kekayaan hasil laut, Acara ini juga bermaksud untuk menjawab keluhan-keluhan masyarakat terkait adanya beberapa oknum yang belum memahami terkait adanya peraturan yang melarang keras menggunakan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, sehingga berpotensi merusak biota laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir pantai di Kab. Buton.

“Dengan adanya acara ini semoga bisa menjawab apa yang menjadi keluhan-keluhan para nelayan selama ini saat berada di lapangan, serta dapat menambah wawasan para nelayan-nelayan tradisional terkait pentingnya menjaga kekayaan hasil laut kita,” Tutupnya.

G.A