Seknas Jokowi: Permintaan Diskualifikasi Itu Inskonstitusional

      Comments Off on Seknas Jokowi: Permintaan Diskualifikasi Itu Inskonstitusional

Sultra1News / Jakarta – Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi menilai alasan Kivaln Zen dan Eggi Sudjana menggelar aksi massa di KPU hari ini sebagai mengada-ada. Sekjen DPN Seknas Dedy Mawardi mengatakan, tuntutan agar KPU mendiskualifikasi paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin hanya halusinasi.

“Bagaimana mungkin disebut curang jika tuduhan itu tanpa data dan digembar-gemborkan di jalanan, bukan dilembaga resmi seperti Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi,” ujar Dedy dalam rilisnya, Kamis (9/5) siang.

Ia mengingatkan bahwa Kivlan dan Eggi merupakan sosok yang berpendidikan tinggi. Mestinya mereka paham hukum. Tapi, menurut Dedy, aksi yang mereka lakukan hari ini tidak menunjukkan hal itu.

“Masa minta diskualifikasi di jalanan, macam orang yang gak faham hukum dan demokrasi saja. Itu namanya tindakan inskonstitusional,” Dedy menambahkan.

Dedy mengatakan, kebebasan berpendapat memang dijamin oleh konstitusi, tapi konstitusi juga mengatur tata cara menyampaikan pendapat tersebut. Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak hanya dimaknai sebatas ‘aksi damai’, tapi juga isi dari agenda aksi.

Ia kemudian mempertanyakan apakah isu tuduhan kecurangan Pemilu 2019 yang diusung Kivlan dan Eggi merupakan hasil dari keputusan lembaga sah, seperti Bawaslu atau MK. Menurutnya bukan karena kedua lembaga belum pernah mengadili isu kecurangan tersebut.

“Oleh karena itu, Seknas Jokowi mendukung tindakan tegas dalam koridor hukum terhadap siapapun yang memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan inskonstitusional demi terjaganya ketertiban dan keamanan bangsa dan negara Indonesia,” Dedy menegaskan.