Saksi Parpol, Tidak Ada Kecurangan Di PPK Wolio.

      Comments Off on Saksi Parpol, Tidak Ada Kecurangan Di PPK Wolio.

Sultra1News / Baubau – Empat saksi partai politik melalukan Konfrensi Pers saat mendengar isu atau membaca berita yang sempat terbit di beberapa media terkait adanya dugaan kecurangan pengurangan suara caleg DPRD asal partai PAN dapil 2 Kota Baubau pada saat penghitungan suara di tingkat kecamatan di Kota Baubau (15/5/2019).

Ada beberapa saksi partai yang membenarkan hasil kerja PPK wolio pada saat pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan sudah sesuai prosedur, adapun saksi-saksi yang memberikan keterangan pers nya adalah PDI-P, PAN, GOLKAR, dan BERKARYA.
Iya benar, apa yang sudah di lakukan oleh PPK Wolio itu sudah sesuai prosedur dan di saksikan oleh beberapa saksi parpol yang sudah mempunyai mandat dan di awasi oleh Panwascam saat perhitungan suara di kantor camat wolio kala itu, ungkap Gunawan saksi dari parpol PDI-P.

Saksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Muh.Gunawan saat konferensi pers Rabu (15/5/2019) mengatakan pihaknya telah menyaksikan secara langsung rapat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan, itu sudah sesuai PKPU no 4 Tahun 2019 tentang rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara dan penetapan hasil pemilihan umum.

Saat konferensi pers, Gunawan didampingi Tiga saksi partai dan Jubir Tim Pemenangan La Ode Sahrun (Samsul Bahri S.sos).

Selain itu,  pada saat kami mengikuti rekapitulasi perolehan suara ditingkat kecamatan tidak ada penggelembungan atau pengurangan suara caleg, kami mengikuti proses tahap demi tahap bahkan sampai pembukaan kotak pun kami lakukan ketika ada perselisihan suara sah ataupun tidak sah dan kami di awasi oleh Panwacam.
sehingga dalam proses rekapitulasi di tingkat kecamatan wolio tidak terjadi kecurangan,” ujarnya.

Ditempat yang sama Jubir Tim Pemenangan La Ode Sahrun (Samsul Bahri S.sos) atau biasa disapa Bojes, menanggapi hal itu dengan mengeluarkan nada tegas bahwa kami tidak mengurangi suara Hj Ratna caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) atau menambah suara La Ode Sahrun, itu murni hasil dari pemungutan suara pada saat 17 april lalu.

“Kita apresiasi PPK Wolio dan panwaslu kecamatan Wolio mereka sudah melakukan kinerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebenarnya PPK wolio yang mengklarifikasi hal tersebut kami cuma meluruskan apa yang sudah diungkapkan oleh sekretaris tim pemenangan Hj Ratna,” terang Bojes.
Ia menambahkan, pada saat rekapitulasi di tingkat PPK ada banyak saksi partai yang mengetahui adanya jumlah suara sah dan tidak sah bahkan kertas surat suara yang keliru coblos atau tidak terpakai dengan pemilih yang hadir sesuai C7 yang ada dalam kotak surat suara.

“Saksi kami menandatangani hasil pleno ditingkat kecamatan karena setuju dengan hasilnya,” tambah Bojes.

Terkait peritiwa tersebut bahwa saksi dari Caleg Hj Ratna mengatakan ada yang melakukan intimidasi, itu tidak benar adanya, bagaimana kami mau lakukan intimidasi sementara pada saat rekapitulasi berlangsung pihak keamanan dari TNI/POLRI menjaga ketat berlangsungnya rapat pleno rekapitulasi tingkat kecamatan wolio,” jelas Samsul Bahri S.Sos.

(TIM SULTRA1NEWS)