Oknum Polres Baubau Di Duga Salah Menetapkan Tersangka Kasus Pencabulan

      Comments Off on Oknum Polres Baubau Di Duga Salah Menetapkan Tersangka Kasus Pencabulan

Sultra1News / Baubau – Kuasa Hukum inisial (FH), Apriludin,SH. Sangat menyayangkan sikap oknum aparat penegak hukum Polres Baubau yang terlalu cepat menyimpulkan saat melakukan penetapan tersangka kepada kliennya dalam kasus dugaan pencabulan di bawah umur. 17/05/19

Sehubungan dengan adanya konfrensi Pers Melalui Humas Polres Baubau pada hari kamis Tanggal 16 Mei 2019, dimana Tersangka Inisial (FH) yang merupakan klien dari Apriludin, SH. yang diduga menyetubuhi seorang anak dibawah umur berinisial (SNF) seperti apa yang diberitakan beberapa media online yang ada di Kota Baubau yang telah dirilis dan ditetapkan sebagai Tersangka oleh Polres Baubau

Pihaknya selaku Kuasa Hukum yang ditunjuk oleh Keluarga Tersangka untuk mewakili FH, tentunya sangat menyanyangkan sikap terburu-buru Polres Baubau dalam merilis dan menetapkan status kliennya (FH) sebagai Tersangka.

Dia menganggap dimana dalam rilis ini sangat merugikan kliennya yang belum tentu bersalah dalam kasus tersebut.
“Ini sangat merugikan klien kami,”
tegasnya.

Karena mestinya pihak polres Baubau mengedepankan asas praduga tak bersalah yang menimpa kliennya.

Dia menambahkan, Bahwa ada hal yang mengganjal dalam kasus tersebut dimana hasil rilis Polres Baubau melalui Humas Polres Baubau mengatakan bahwa pada hari Jumat tanggal 12 April 2019 kliennya menyetubuhi anak gadis dibawah umur, sementara kliennya pada Hari Jumat Tanggal 12 April 2019 berada di luar Kota Baubau dan sedang melakukan Perjalanan Laut.
“Bagaimana mungkin dia melakukan hal itu sementara saat itu dia tdk berada di kota Baubau dan sedang melakukan perjalanan laut,” Pukasnya.

Lanjut dia, Dalam hal ini, dia akan menghadirkan saksi a de charge yang meringankan di hadapan Penyidik Polres Baubau Serta akan membuktikan bahwa benar-benar kliennya tidak berada di Kota Baubau pada hari Jumat tanggal 12 April 2019 yaitu pada hari kejadian.

“yang artinya Klien kami bukanlah orang yang dimaksudkan oleh Saksi Korban dan bisa jadi Saksi Korban salah orang,” terangnya.

Lanjut Apriludin, SH. Mengatakan, karena kejadiannya sudah hampir 1 bulan bisa jadi Saksi Korban lupa dengan wajah Pelaku sehingga bisa saja menunjuk orang lain (kliennya).

Bahwa Kliennya pada saat ditangkap itu  pada tanggal 13 Mei 2019 tidak pernah menelpon dengan saksi (HA). Karena pada tanggal 13 Mei 2019 sampai Klien kami ditangkap tidak pernah memegang Hp dan Hp iti dipegang oleh istri Klien Kami. ” Jadi ini kan ganjal”.

Dia juga sangat menyayangkan pemberitaan media Online yang memberitakan foto kliennya dimana foto kliennya wajahnya tidak di blur atau disamarkan dan ini menurutnya sangat merugikan kliennya sehingga kliennya merasa tidak melakukan namun merasa dihakimi sebelum adanya putusan pengadilan.

 

( Tim Sultra1News )