Teguran dari Allah, “Innalillahi wa inna ilahi raji’un” Kini Korban Bertambah Menjadi 18.765 Jiwa

      Comments Off on Teguran dari Allah, “Innalillahi wa inna ilahi raji’un” Kini Korban Bertambah Menjadi 18.765 Jiwa

Sultra1News / Konawe – Duka banjir bandang  yang melanda Kabupaten Konawe Utara dan Kabupten Konawe yang juga berdampak di Konawe selatan dan kolaka berimbas sampai wilayah Kendari adalah catatan peristiwa bencana terparah dalam sejarah Bumi Anoa Sulawesi Tenggara yang kaya akan Sumber Daya Alam dari nikel , emas, perak serta biji besi (Crown Logam) yang terdapat di berbagai hulu di hutan kawasan Konawe dan Konut

Secara ekososistim  dan sumber pengolahan tambang yang tidak terjaga inilah yang kemudian memunculkan spekulasi liar alam yang marah juga teguran keras dari sang pencipta langit dan bumi yang maha kuasa , Allah Subhana wata’ala. Kemurkaan alam , nyaris  munculnya peristiwa air bah raksasa (Great Deluge) zaman , nabi Nuh , sekitar 650 juta tahun lalu. Dampak dari mengamuknya banjir bandang tersebut menyebabkan 1.623  terendam terbawa banjir dan 18,765 korban dari evakuasi yang sangat dramatis oleh sejumlah relawan bencana belum lagi kehilangan jiwa

Parahnya, dari pantuan langsung SSN juga berdasarkan sumber dari BPBD Konawe Utara ada satu kampung namanya desa Tapuwatu , kecamatan Asera ratusan rumah amblas tenggelam di bawah banjir bandang

“ ini hanya air bah zaman now kiamat kecil dan teguran dari Allah swt , kalau , Allah swt , mau mungkin kita di seluruh Sultra sudah di tenggelamkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat konawe, pak, Ns , di tenda pengungsian yang meminta  SSN namanya di inisialkan

Sebagai daerah cakupan Kawsan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai wilayah Industri pabrik Smelter Nikel , Bumi Anoa (Sultra), di sector perkebunan dan pertanian tumbuh subur dan sangat berpotensi tak lepas dari incaran para investor berkantung tebal (korporasi) yang berinvestasi di berbagai sector Sumber kekayaan alam Bumi Anoa seperti pembukaan lahan penanaman kelapa sawit.

Tersebut , Group PT Jhonlin pengusaha kelas kakap Batu Bara Kalimantan , Haji Isam , yang membuka sayap di Bumi Anoa dengan mengurus HGU hampir 97% masuk dalam zona kawasan hutan 52. 000 Ha yang katanya untuk penanaman Tebu. Bukan hanya ,H. Isam ,  juga beberapa group pengusaha hebat dari Indonesia, Eropa ,China dan rusia Bumi Anoa di jadikan ajang perebutan investasi yang mengiurkan utamanya nikel , emas juga perkebunan kelapa sawit di Dua Kabupeten tersebut oleh pemerintah Daerah dan pusat di jadikan kawasan ekonomi yang cukup menjanjikan bagi para investor berkantung tebal

Wilayah cakupan Sultra Bumi Anoa hampir seluruh tanah mengandung nikel dan Emas dengan kadar tinggi dan depositnya miliaran ton,  mulai dari Pulau Kabaena , Kabupaten Bombana, dataran Bombana  , Kolaka, Konawe Selatan, Konawe , Konawe Kepulauan dan Konawe Utara dan Kepuluan Buton.

Sumber dari Direktur Ekskutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra, Sabarudddin , menyebutkan , bencana banjir bandang saat ini merupakan potret buruk akibat pengelolaan sumber daya alam dan tata ruang di Bumi Anoa Sultra sehingga perlu adanya evaluasi besar besaran.

“ kita berharap pemerintah duduk bersama multi pihak membahas kondisi lingkungan dan kita harus jujur menetapkan kondisi , apakah rawan atau kritis , supaya kedepanya bisa di lakuakn evaluasi , langkah merevisi juga meninjau kembali IUP-IUP tambang yang beroprasi tersebut , dan ini sangat penting di lakukan .” pungkasnya pada sejumlah awak media.

(Tim Sultra1News)