Teganya Anak Bakar Rumah Orang Tua dan Rumah Saudara Kandungnya

      Comments Off on Teganya Anak Bakar Rumah Orang Tua dan Rumah Saudara Kandungnya

Sultra1news / Baubau – Buton, Dunia semakin aneh, hanya karena alasan sakit hati pria berinisial LS (37) tegah membakar rumah orang tuanya dan rumah saudara kandungnya dengan satu yunit kendaraan sepeda motor milik  orang tua kandung bernama ,La Kopau (79). Setelah puas si jago merah melahap rumah dan sepeda motor milik  orang tuanya , pelaku LS tidak puas selang empat hari kemudian sasaran pembakaran kembali di rumah saudara kandungya , Lasiamba (47).

Ilustrasi pembakaran rumah oleh anak kandung di Kabupaten Buton

Ilustrasi pembakaran rumah oleh anak kandung di Kabupaten Buton

Pelaku, LS  yang di amankan Polres Buton merupakan warga dusun walompo , kecamatan siantapina , Kabupaten Buton , Sulawesi Tenggara. Kapolres Buton AKBP, Andi Herman SiK Kepada sejumlah wartawan menjelaskan ,aksi gila inisial LS ini di lakukan pada hari Selasa ,Rabu dan Sabtu (7/2019) aksi ini meresahkan warga sekitarnya. Setelah melakukan pembakaran ,LS pura -pura tidak tau menahu di hadapan kerbatnya dan tentagga

“ motifnya adalah persoalan sakit hati dan dendam sesama saudaranya sendiri urusan sesama keluarga yang juga melibatkan orang tua kandung, La Pokau, “ ungkap , Kapolres  saat jumpa pers dengan sejumlah media

Kronolghis dari peristiwa pembakaran itu hari Selasa , saat itu ,LS terlebih dahulu yang telah berniat ingin membakar rumah korban , terlebih dahulu targetkan rumah saudara kandungnya , La Sambia dengan membawa minyak tanah yang hanya berjarak lima meter dari dari rumah pelaku . Setelah itu, hal yang sama  pelaku membakar dapur Rumah orang tuanya , La Kopau, dan pelaku pura pura berlari meminta bantuan,” aksi gila pelaku, LS ini seolah olah bukan dia yang melakukan pembakaran rumah saudarnay dan orang tuanya, “ beber Andi Herman

Atas aksi pembakaran tersebut ,LS di jerat dengan pasal 187 ke 1 e KUH pidana dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara. Dan pelaku sementara kami tahan menunggu penyidikan lebih lanjut.

“ LS meminta dukungan untuk meminta pertimbangan pada orang tuanya dan saudaranya terkait aset rumah tersebut , tapi LS tidak mendapatkan restu dan dukungan oleh pihak keluarga , disitulah muncul sakit hati dan dendam kepada para korban ,” tutup, Andi Herman (SSN/TIM)