Kepala Menteri Urusan Ekonomi Airlangga Hartarto baru-baru ini bertemu dengan Shin Gyoon Hyun, kepala eksekutif LG CNS, anak perusahaan raksasa teknologi Korea Selatan LG Corporation di Seoul.

Menurut siaran pers, pertemuan dengan bos LG CNS tersebut memusatkan perhatian pada meningkatnya investasi Korea Selatan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa Indonesia mencatatkan investasi asing langsung (FDI) senilai US $2,5 miliar dari Korea Selatan sepanjang tahun 2023. Ini menandai peningkatan $200 juta atau 8,7 persen dibandingkan angka tahun 2022.

Airlangga juga menyambut baik kerja sama LG CNS dengan konglomerat Indonesia Sinar Mas Group untuk mendirikan perusahaan patungan untuk konsultasi pusat data, yang diharapkan siap pada semester kedua tahun 2024.

“Kami berharap Korea Selatan dapat meningkatkan investasinya di berbagai sektor, termasuk perkembangan teknologi ini. Dan ini harus mencakup pengembangan sumber daya manusia [sektor ini] dengan memberikan bantuan pelatihan tentang teknologi, ” kata Airlangga seperti dikutip dalam keterangan pers.

Usaha patungan ini akan menargetkan layanan TIK dalam pengembangan kota pintar, termasuk layanan konsultasi untuk migrasi data berbasis komputasi awan.

Airlangga juga menyambut baik komitmen LG CNS untuk mendukung pembangunan smart city di Indonesia.

Perusahaan telah mengambil bagian dalam merancang konsep smart city untuk ibu kota Nusantara masa depan Indonesia sejak Desember 2022. Proyek ini bertujuan untuk mengintegrasikan artificial intelligence (AI), data, dan teknologi cloud untuk menyediakan layanan cerdas di Nusantara. Kedepannya, LG CNS diharapkan dapat meningkatkan investasinya dan membantu memacu perekonomian Indonesia dengan membangun platform teknologi terdepan, menurut Airlangga.

Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen year-on-year (yoy) pada tahun 2023. Indonesia juga membukukan pertumbuhan yoy sebesar 5,11 persen pada kuartal I-2024. Pemerintah melaporkan perdagangan bilateral Indonesia – Korea Selatan mencapai US $20,8 miliar pada tahun 2023.