Surabaya, (Sultra1news) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memastikan memulangkan satu jemaah calon haji yang diketahui sedang hamil enam minggu dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) ke daerah asal.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan, SM, 34 tahun, yang tergabung dalam kloter 50 asal Kabupaten Bondowoso diketahui sedang hamil setelah mengikuti pemeriksaan Wanita Usia Subur (WUS) oleh tim kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya di AHES.

“Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, usia kandungan jemaah haji tersebut mencapai sekitar enam minggu. Oleh tim kesehatan, keberangkatan jemaah haji tersebut diputuskan ditunda keberangkatannya tahun ini,” ujar Haris saat ditemui Suara Merdeka Surabaya di AHES, Minggu (26/5/2024)

Haris menjelaskan, SM tidak menyangka dirinya hamil setelah menunggu selama 15 tahun. SM berangkat tahun ini karena ikut penggabungan dengan Ibunya. Karena adanya kejadian ini, Ibunda SM tetap berangkat ke Tanah Suci dan SM pulang ke daerah karena usia kehamilannya belum memenuhi syarat.

“Sesuai ketentuan tim kesehatan, batasan kehamilan adalah minimal 14 minggu dan kurang dari 26 minggu. Sedangkan, jemaah haji dari Bondowoso ini usia kehamilannya kurang dari 14 minggu, sehingga belum diizinkan berangkat. Jatah kursi yang kosong akan diberikan pada jemaah lain yang masuk daftar cadangan,” jelasnya.

Hingga pemberangkatan jemaah calon haji gelombang dua pada Minggu (26/5/2024), PPIH Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 56 kloter atau total sebanyak 20.764 orang, terdiri atas 20.484 jemaah dan 280 petugas atau sekitar 53 persen yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. (red)

Sumber