Polisi Militer Alagoas (PM-AL) merilis, Senin lalu (8), data mengenai tindakan operasional di Maceió dan Wilayah Metropolitan pada paruh pertama tahun 2024. Statistik menunjukkan penurunan 42% dalam Kematian Akibat Kekerasan yang Disengaja (MVI) di wilayah Batalyon Polisi Militer ke-5, yang berkantor pusat di lingkungan Benedito Bentes, dan…

PM/AL

Polisi Militer

Polisi Militer Alagoas (PM-AL) merilis, Senin lalu (8), data mengenai tindakan operasional di Maceió dan Wilayah Metropolitan pada paruh pertama tahun 2024. Statistik menunjukkan penurunan 42% dalam Kematian Akibat Kekerasan yang Disengaja (MVI) di wilayah Batalyon Polisi Militer ke-5, yang berkantor pusat di lingkungan Benedito Bentes, dan 26% di wilayah Batalyon ke-8, di kotamadya Rio Largo.

Menurut komandan BPM ke-5, Letnan Kolonel Luciano Silva, hasil tersebut diperoleh setelah adanya penguatan dalam kegiatan intelijen dan pendistribusian ulang tugas kepolisian. “Ini adalah tugas harian, di mana kami mengevaluasi tindakan secara berkelanjutan. Berdasarkan analisis wilayah, kami mengintensifkan tugas kepolisian di wilayah yang paling membutuhkan,” tegas Letnan Kolonel Luciano, mengingat apa yang telah dicapai pada bulan Mei lalu, ketika BPM ke-5 tidak mencatat adanya pembunuhan di lingkungan Benedito Bentes dalam kurun waktu 30 hari.

Komandan BPM ke-8, Mayor Alexandre Porciúncula, menyoroti perencanaan operasional dan komitmen pasukan Unit sebagai alasan utama untuk hasil positif tersebut. “Kami mulai menganalisis kota-kota di wilayah kami, berdasarkan data geografis dan populasinya, dengan mengidentifikasi titik-titik yang paling membutuhkan kehadiran polisi. Kami juga memiliki pasukan yang sangat berkomitmen dan berdedikasi, yang tentu saja berkontribusi untuk mengurangi angka tersebut,” tegasnya.

Wilayah BPM ke-5 meliputi wilayah Benedito Bentes dan wilayah sekitarnya. Wilayah yang termasuk dalam BPM ke-8 meliputi kotamadya Rio Largo, Satuba, Santa Luzia do Norte, Coqueiro Seco, dan Pilar.



Sumber