“Rangkaian selama ini nanti untuk kepentingan PK,” ujar tim kuasa hukum dari Peradi, Roely Panggabean, di Bareskrim Polri, Rabu, 10 Juli Rizky

Jakarta – Fusilatnews – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bertindak sebagai Tim kuasa hukum tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhamad Rizky Rudiana, menegaskan alasan melaporkan saksi Aep dan Dede lantaran diduga membuat kesaksian palsu dan menguatkan bukti agar bisa mengajukan Peninjauan Kembali atau PK ke Mahkamah Agung

“Rangkaian selama ini nanti untuk kepentingan PK,” ujar tim kuasa hukum dari Peradi, Roely Panggabean, di Bareskrim Polri, Rabu, 10 Juli 2024.

Kesaksian palsu yang disampaikan Aep dan Dede, menurut Roely adalah tentang keduanya melihat 5 orang terpidana berada di depan SMPN 11 Cirebon pada 27 Agustus 2017 malam. “Faktanya mereka tidak ada disana,” ucapnya.

Roely dan tim sudah bertanya kepada penduduk yang tinggal di sekitar SMPN 11 Cirebon, tidak ada yang mendengar suara keributan. “Inikan berarti keterangannya diadakan,” jelas dia.

Kejanggalan kesaksian Aep dan Dede dalam kasus Vina Cirebon ini, berdasarkan hasil temuan tim Peradi, seluruh saksi melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tanpa disertakan sumpah, sedangkan Aep dan Dede di BAP dibawah sumpah.

“Tapi marilah nanti bagaimana penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan kepolisian,” tutur Roely.

Untuk memperkuat bukti, tim Peradi juga telah menghubungi lebih dari 10 saksi yang nanti dihadirkan jika ada pemeriksaan lebih lanjut.

“Buat saksinya siapa aja mohon maaf itu termasuk materi jadi tidak bisa kami sebut,” ucap Roely yang merupakan tim Peradi.

Pengacara 7 terpidana kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhamad Rizky Rudiana, dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melapor ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) terkait dugaan kesaksian palsu Aep dan Dede, di Polres Cirebon pada 2016 silam.

Laporan ini tertuang dengan nomor STTL/227/VII/2024/Bareskrim, tentang peristiwa tindak pidana memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah pada 2 September 2016 hingga 23 November 2016.

“Dari kesaksian Aep inilah yang membuat mereka masuk penjara, dan kesaksiannya apakah benar atau palsu,” kata Perwakilan Peradi, Jutek Bongso, saat ditemui di Bereskrim Mabes Polri, Rabu, 10 Juli 2024.

Sumber