Kapolres Baubau Pimpin Press Release Pengungkapan Kasus Pembunuhan Di Kelurahan Bataraguru

      Comments Off on Kapolres Baubau Pimpin Press Release Pengungkapan Kasus Pembunuhan Di Kelurahan Bataraguru

Sultra1News / Baubau – Kapolres Baubau AKBP Hady Winarno SIK, didampingi Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Ronald Aron Maramis SIK, Selasa (24/09/19) pukul 13.00 WITA pimpin langsung pelaksanaan Press Release kasus pembunuhan di sekitaran Hotel Malibu.

Dalam kegiatan Press Release, Kapolres Baubau menyampaikan bahwa, kasus pembunuhan ini yang dilakukan oleh Pelaku yang berinisial GP, TG, dan BR yang sampai sekarang BR masih DPO, terhadap Korban Yuyung Tandy Wijaya Alias Ayung (39) bermula dari pelaku datang ke tempat kejadian perkara(TKP) di Hotel Malibu jalan Ahamad Yani Kelurahan Bataraguru Kecamatan Wolio Kota Baubau.

Menurut pengakuan Pelaku lanjut Kapolres, Pada hari sabtu (21/09/19) pukul 11.00 Wita Pelaku Saudara BR menghubungi saudara GP dan TG untuk bertemu dijembatan tengah, dan di ajak untuk menagih utang dirumah korban (Ayung), tetapi saat itu tidak terlaksana dikarenakan korban tidak ada dirumahnya.

“Lanjut Kapolres, kemudian pelaku BR GP dan TG kembali ke TKP (Rumah Korban)  pada pukul 14.00 Wita tetapi korban belum berada dirumahnya, Dihari yang sama pukul 20.00 Wita para pelaku BR, GP dan TG kembali mendatangi rumah korban tetapi korban belum juga berada dirumahnya tutur Kapolres,”.

Hari berganti, Minggu (22/09/19) pukul 13.30 Wita, para pelaku kembali mendatangi rumah korban, tetapi korban tidak ada ditempat dan menurut keluarga korban yang bersangkutan dalam perjalan darat dari kota Kendari.

Setelah pukul 18.00 Wita para kembali mendatangi rumah korban dengan menggunakan satu unit mobil Daihatsu Sigra yang berwarna silver dengan nopol DT 1351 EG setelah mengetahui kalau korban sudah berada dirumahnya dan pada saat para pelaku sudah berada dirumah korban saat itu terjadi keributan sehingga ada pemukulan diwajah korban dan penikaman kearah dada korban sebelah kiri sebanyak satu kali sehingga menyebabkan korban harus kehilangan nyawa.

Selang waktu setelah kejadian para pelaku melarikan diri secara terpisah, TG (pelaku) Diamankan di kota Baubau sedangkan GP (pelaku) diamankan di Batauga sementara BR (pelaku) masih Daftar Pencarian Orang (DPO).

Adapun motif operasi para tersangka melakukan penganiayaan tersebut dikarenakan para tersangka telah disuruh oleh seseorang untuk menagih utang kepada korban yang menurut keterangan saksi (Istri Korban) kalau seseorang tersebut benama Ustad dan korban mempunyai utang kepada saudara Ustad sebesar Rp.80.000.000 (Delapan Puluh Juta Rupiah) yang belum dibayarka sama sekali.

Untuk mepertanggung jawabkan perbuataannya pelaku dikenakan pasal 338 subsider 351 ayat (3) Jo pasal 55.56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(AG/SSN).