Kamali Baubau dan IPELKO Kendari Angkat Bicara Soal Pembangunan Menara Pandang

      Comments Off on Kamali Baubau dan IPELKO Kendari Angkat Bicara Soal Pembangunan Menara Pandang

– Beberapa Mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban KAMALI Baubau Kendari Dan IPELKO Kendari Menolak pembangunan menara Pandang Dibibir Pantai Nirwana.

Sultra1News / Baubau – Pantai Nirwana di Kota Baubau Akhir akhir ini menjadi perbincangan Warga Net Kota Baubau dengan adanya pembangunan Menara Pandang di bibir pantai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Ada beragam tanggapan mengenai pembangunan Menara Pandang tersebut, yang dimana banyak juga menimbulkan penolakan oleh warga net Kota Baubau, salah satunya datang dari kalangan Mahasiswa Kota Baubau Yang berkuliah di Kendari.

Muhammad Azhar yang juga Wakil Ketua KAMALI BAUBAU mengatakan bahwa Memang pembangunan menara pandang ini diperlukan akan tetapi pembangunan harus disesuaikan letaknya bukan dibangun dilokasi saat ini, itu akan merusak keindahan pantai.

“Sangat miris melihatnya pada saat pengecekan di lokasi pembangunan, karena bangunan tersebut merusak pemandangan hamparan pasir putih yang menjadi ciri khas pantai tersebut apalagi jarak bangunannya tidak lebih 10 meter dari titik pasang air laut tertinggi Arah Darat”, ujarnya.

Sementara itu, Ibrahim Mahasiswa Fakuktas Hukum UHO yang juga menjabat Ketua IPELKO KENDARI mengatakan terkait pembangunan menara pandang kami melihat bahwasannya ada sebuah kontradiksi terhadap pembangunan menara tersebut yaitu perihal mengenai Garis sempadan pantai kalo kita mengacu kepada Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 02 Tahun 2009 mengenai Garis Sempadan Mata Air dan Pantai Pasal 40 ayat 2 berbunyi “Garis Sempadan Bangunan di tepi Pantai Laut Terbuka ditetapkan minimal 40 (empat puluh) meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat”, artinya disini BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Baubau telah menyalahi aturan yang ada.

Ibrahim juga menambahkan, ” Kami Dari KAMALI Baubau Kendari Dan IPELKO KENDARI Menolak pembangunan Menara Pandang apabila Lokasi dari menara tersebut tidak pindahkan dan disesuaikan oleh PERDA Nomor 2 tahun 2009″, tutupnya. (AG/SSN)