BEM Teknik Unidayan Minta Pemkot Terapkan PSBB Putuskan Mata Rantai COVID-19

      Comments Off on BEM Teknik Unidayan Minta Pemkot Terapkan PSBB Putuskan Mata Rantai COVID-19

Sultra1News / Baubau – Ketua Badan Eksekutif mahasiswa fakultas teknik universitas Dayanu Ikhsanuddin Rahmat z udu menyarankan pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar untuk pencegahan Covid-19 saat ini.

Menurut Rahmat. jumlah orang dalam pantauan (ODP) virus corona di kota Baubau sudah mencapai 30 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 1 orang, dan positif sebanyak 2 orang.

“Seharusnya Pemerintah Kota Baubau memberlakukan PSBB . Itu merupakan sikap tegas menurut saya. Jika ini tidak dilakukan, diprediksi jumlah ODP, PDP dan positif terjangkit corona akan bertambah,” kata Rahmat, Minggu, 26 april 2020.

Dengan adanya PSBB, diharapkan hal ini mampu melindungi orang-orang dari penularan Covid-19 hingga kasus terakhir. Namun, tentu saja tidak ada kebijakan yang berhasil tanpa adanya kerjasama dari masyarakatnya itu sendiri.

Apalagi tidak adanya perhatian khusus atau pembiaran terhadap pasien yang positif rapid tesnya dan di tambah lagi pasien yang rapid tesnya positif dibiarkan kembali kerumah untuk beristirahat seharusnya ada penanganan khusus.

Maka dari itu, diharapkan bahwa dengan diberlakukannya PSBB, masyarakat juga turut berkontribusi dan menaati pemerintah agar penyebaran Covid-19 bisa berhenti.

Menurut Rahmat, dalam undang-undang tidak ada yang namanya semi lockdown. Penutupan suatu wilayah atau karantina, merupakan langkah yang baik.

“Pemerintah harus segera menerapkan PSBB, tutup seluruh akses ke luar masuk publik di kota baubau” tukas Rahmat. (Tim SSN)