Tiga Daerah Dikepton Mendapatkan Bantuan Modal Usaha Yang Disalurkan Melalui Bank BNI Cabang Baubau.

      Comments Off on Tiga Daerah Dikepton Mendapatkan Bantuan Modal Usaha Yang Disalurkan Melalui Bank BNI Cabang Baubau.

Sultra1News / Baubau – Bank Negara Indonesi (BNI) mulai menyalurkan bantuan modal usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (Kube) di wilayah Kepulauan Buton (Kepton). Pimpinan BNI Cabang Baubau, Awaluddin, mengatakan, di wilayah kerja BNI Baubau hanya ada tiga daerah yang menerima bantuan program Kube dari Kementerian Sosial. Ketiganya adalah, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Wakatobi.

Lanjut Awaluddin, BNI Baubau sedang berusaha menyelesaikan penyaluran bantuan Kube tersebut. Beberapa waktu lalu BNI telah menyalurkan bantuan Kube di Pasarwajo Kabupaten Buton. Total dana Kube yang dikucurkan BNI ke masyarakat di Kabupaten Buton mencapai Rp. 2 Miliar. “Disana ada seratus kelompok usaha bersama, masing masing kelompok menerima Rp.20 juta,” ujar Awaluddin saat ditemui di ruang kerjanya Rabu 10 Juni 2020.

BNI juga akan segera menyalurkan bantuan dana Kube untuk masyarakat di Kabupaten Buton selatan, lalu menyusul Kabupaten Wakatobi. Di Buton Selatan (Busel) tahun ini ada sebanyak 60 kelompok usaha bersama yang akan mendapat aliran dana melalui program KUBE dengan total anggaran senilai Rp. 1,2 miliar.
Rencananya, BNI Baubau akan menyalurkan dana bantuan Kube ke Buton Selatan kamis (11 Juni 2020, tambahnya.

Penyaluran bantuan, lanjut Awaluddin, akan dilakukan dengan tetap berkoordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, sebab yang melakukan seleksi kelayakan bagi calon penerima bantuan menjadi tanggung jawab penuh Dinas Sosial di daerah.
“Kami hanya menyalurkan kalau sudah ada petunjuk dan rekomendasi dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial setempat,” kata Awaladdin yang didamping Kepala Kantor Cabang Pembantu BNI Betoambari, Mursan Amila.

Terkait dengan penyaluran bantuan dana Kube tersebut, kata Awaluddin, BNI tidak menyerahkan uang tunai, tetapi dikirim ke rekening masing masing kelompok, dimana rekeningnya atas nama ketua dan bendahara kelompok usaha bersama. Mengenai teknis dan pendampingan kegiatan usaha para kelompok, juga menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah.

“Dalam program ini, ada juga tenaga pendamping yang dibentuk oleh pemerintah daerah, tujuannya adalah memberikan bimbingan setiap kelompok bagaimana agar usaha yang dikelola dapat berkembang, sehingga ekonomi setiap anggota kelompok juga meningkat, dan itu sasaran utamanya program Kube ini.

Berkembang tidaknya usaha yang dikelola Kube juga sangat tergantung pada tenaga pendampingnya,” tutupnya. (ag)