Buron Satu Minggu, Pencabulan Dibawah Umur Akhirnya Ditangkap Resmob Polres Baubau Dan Buser 77 Polresta Kendari.

      Comments Off on Buron Satu Minggu, Pencabulan Dibawah Umur Akhirnya Ditangkap Resmob Polres Baubau Dan Buser 77 Polresta Kendari.

Sultra1News / Baubau – Setelah buron selama 1 minggu FR (39), pelaku kasus pencabulan anak di bawah umur di Desa Matawine Kabupaten Buton Tengah (Buteng) berhasil dihentikan kepolisian Tim Reserse Mobile Tangkap Jaring Amankan (RESMOB TAJAM) Polres Baubau dan di bantu oleh buser 77 polresta kendari, selasa (9/6/2020).

Pelarian FR (35) berakhir di salah satu kos-kosan yang ada di Kelurahan Andonohu daerah kambu lorong mata air Kecamatan Poasia Kota Kendari. Saat hendak diamankan, pelaku sempat ingin melarikan diri.

“Sudah satu minggu kita lakukan penyelidikan di Kendari dan Konawe karena terindikasi disana keberadaan pelaku. Setelah kita identifikasi pelaku berada di Lorong Mata Air, kita amankan di salah satu kos-kosan” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis, Rabu (9/6/2020).

Di tangan pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa beberapa buah HandPhone, motor dinas milik Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, dan buku catatan berisikan nomor handphone.

Pelarian Panjang tenaga honorer ini ditangkap tanpa melakukan Perlawanan.

“Pelaku mengakui perbuatannya di Kabupaten Buton Tengah. Pelaku juga merupakan residivis dengan kasus yang sama di Provinsi Papua dan sudah menjalani masa hukumannya selama 6 tahun lebih, dan kembali ke sini (Buteng) kembali melakukan perbuatannya dengan kasus yang sama. Sementara untuk barang bukti lainnya belum ditemukan,” katanya.

Motiv pelaku, kata Ronald, FR mengajak korban ke suatu tempat dan memberikan uang untuk dilakukan persetubuhan. Pelaku tidak membawa pulang korban meski korban sudah meminta pulang.
“Pelaku sudah melakukan pencabulan sebanyak tiga kali terhadap korban,” jelasnya.

Ronald menjelaskan, pelaku dijerat dengan pasal 82 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancam hukuman penjara selama 15 tahun, dan denda Rp 5 miliar.

Kuasa hukum korban, Safrin Salam, S.H sangat mengapresiasi kinerja Resmob Polres Baubau bersama tim yang sudah menangkap pelaku hingga di Kota Kendari.
“Selaku Kuasa Hukum kami mengucapkan terima Kasih kepada tim gabungan Resmob Polres Baubau, Buser 77 Polres Kendari telah sigap menangkap pelaku yang sempat menjadi buronan selama sepekan lebih,” ungkapnya.
Ia berharap, pasca ditangkap pelaku bisa dilakukan pemeriksaan oleh penyidik agar dapat mempertangungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, salah satu warga buton tengah (Buteng) Samsul Bahri S.sos atau biasa disapa Bojes mengapresiasi pihak RESMOB Polres Baubau Dan Tim Buser 77 Polresta kendari, dan mengucapkan terimakasih telah menangkap pelaku pencabulan dibawah umur dibuteng ini.

“Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap dikendari, terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penangkapan kepada pelaku ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Perbuatan bejat pelaku tersebut diketahui sudah dilakukan sebanyak tiga kali terhadap korban. FR melakukan perbuatan pencabulan pada bulan Ramadan tanggal 22 Mei 2020 dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) di salah satu hotel di Kota Baubau.

“Kejadian kedua dan ketiga di rumah pelaku pada tanggal 26 Mei dan 30 Mei. Hari ketiga itu motif pelaku mengajak korban dan keluarganya untuk ke rumah pelaku dengan alasan pelaku membuat acara syukuran,” tutupnya.