Kemendikbud : Tahun Baru Ajaran Sekolah akan Dimulai Pada Bulan Juli 2020 Mendatang.

      Comments Off on Kemendikbud : Tahun Baru Ajaran Sekolah akan Dimulai Pada Bulan Juli 2020 Mendatang.

Sultra1News / Nasional – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya resmi memutuskan tahun ajaran baru sekolah akan tetap dimulai pada bulan Juli 2020 mendatang. Keputusan ini diambil karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menilai banyak yang dikorbankan saat belajar dari rumah.

Meski tahun ajaran baru akan dilaksanakan pada bulan juli 2020 mendatang Namun Nadiem, masih mengutamakan masalah kesehatan di tengah pandemi covid 19 saat ini, untuk itu Kemendikbud masih memilah milah daerah yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka langsung.

“Tahun ajaran baru tidak berubah, tetap dimulai pada Juli 2020, Yang di zona hijau, kami mempersilakan pemerintah daerah melakukan pembelajaran tatap muka, untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah, itu dilarang untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka,” terang Nadiem Kemendikbud RI, Senin (15/6/2020).

Nadiem menambahkan sekolah yang diperbolehkan melakukan tatap muka yakni  1. Kabupaten/kota harus zona hijau, 2. Ada persetujuan dari pemerintah daerah, 3. Sekolah harus memenuhi semua daftar periksa dan siap pembelajaran tatap muka, 4. Orangtua murid setuju pembelajaran tatap muka

“Saat ini di bawah 90 kabupaten yang berzona hijau, kalau pemdanya setuju, diperbolehkan untuk pembelajaran tatap muka, namun saat zona hijau berubah kuning, jadi diulang lagi dari awal dengan belajar dari rumah,” kata Nadiem Makarim.

Nadiem menyebutkan untuk tahap pertama ini sekolah yang dibuka yaitu level SMP dan SMA/SMK. kemudian pada tahap kedua, level SD sudah boleh membuka sekolah kemudian Tahap ketiga, PAUD formal dan non formal juga boleh dibuka, sedangkan Pembelajaran untuk perguruan tinggi di semua zona, masih dilakukan secara daring.

“Demi kesehatan, sampai saat ini di perguruan tinggi masih dilakukan secara online, Namun, mahasiswa diperbolehkan datang ke kampus untuk kepentingan khusus untuk kelulusannya.” Ucapnya

Nadiem mengingatkan sekolah yang melalui masa transisi, hanya boleh dilakukan 50 persen (murid) dalam satu kelas untuk pendidikan dasar dan menengah, dan tetap melarang adanya kegiatan berkerumun di sekolah.

“Aktifitas berkerumun seperti makan dikantin, olahraga, belum diperbolehkan saat masa transisi,” katanya.

Kemendikbud juga membuka dana bos untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. begitupun dengan BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19, juga bisa digunakan untuk mendukung kesiapan sekolah. (ag)