“Tanpa Kordinasi” Sekum Forki Sultra Mengambil Alih Kewenangan Ketum Forki Sultra.

      Comments Off on “Tanpa Kordinasi” Sekum Forki Sultra Mengambil Alih Kewenangan Ketum Forki Sultra.

Sultra1News / Baubau – Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI)  Kota Baubau bergejolak, berawal dari surat pembekuan yang di keluarkan oleh Sekum Forki Sultra (Jafaruddin) tanpa alasan yang jelas dan tidak melalui prosedur atau AD/ART yang sudah di tetapkan, sabtu 31/10/2020.

“Menurut alasan dia (Jafaruddin, Red) adalah tidak adanya ketua atau kepengurusan”, sementara kami (Forki Baubau) masih berjalan dan melakukan aktifitas seperti biasanya, ungkap ketua harian forki Baubau Weldy Sumargo.

Masa bakti forki baubau 2018-2022, sampai saat ini kami masih intens berkordinasi mengapa sekum forki sultra mengeluarkan surat pembekuan ada apa ini sebenarnya.? Tanyanya.

“Ini sudah lama terjadi di forki baubau hanya demi kepentingan salah satu perguruan”. Yang kami herankan kepengurusan masih aktif sekum forki sultra mengeluarkan surat pembekuan terhadap forki kota baubau tanpa memberikan somasi atau prosedur yang tercantum dalam AD/ART, dan kepengurusan masih ada dan masih aktif ketua forki kota baubau pak Davy dharma putra dan selama ini kami masih berkomunikasi dan belum pernah ketua kami mengundurkan diri sebagai ketua forki kota baubau, Jelasnya.

Bahkan kalau memang kami di bilang tidak aktif (Forki kota Baubau) pemilihan ketua koni kota baubau beberapa waktu lalu forki baubau juga ikut menyumbangkan suara, tambahnya.

Kami organisasi mestinya hal-hal yang menyangkut forki baubau harus dirapatkan dan dalam aturannya memberikan waktu tenggamg selama 3-6 bulan untuk mengadakan musdalub, tidak serta merta begitu surat dikirim langsung melakukan musdalub selama tiga hari, ini bisa saja merusak citra forki kota baubau, tambahnya.

Kalau kita benar-benar membina karate, tidak perlu memakai cara-cara yang tidak benar dalam olah raga apapun. Marilah kita duduk bersama bagaimana caranya supaya forki kota baubau lebih bagus lagi, marilah kita mengembangkan olah raga tanpa pamrih tanpa melihat ada sesuatu kepentingan pribadi, harapnya.

Banyak atlet-atlet karate di kota Baubau yang berpotensi jangan karena ke egoisan sehingga para atlet jadi korban, marilah kita sama-sama mengharumkan nama besar forki kota baubau jangan ada gejolak-gejolak hanya demi kepentingan pribadi.

“Berpikirlah waras, karena itu akan menjadi titik tolak sehatnya Forki, jadilah Karateka bersatu untuk membangun prestasi”, tutupnya. (AG/SSN)