Astaghfirullahaladzim! Heboh Bisnis Lendir di Kota Kendari

      Comments Off on Astaghfirullahaladzim! Heboh Bisnis Lendir di Kota Kendari

“Bisnis Prostitusi Lendir anak dibawah Umur, Pesta Sex, nikmati Sabu melalui Pesanan Mbah MiChat”. 

Sultra1News / Kendari – Dua Hotel PaJero dan Grand D Kota Kendari Diduga Dijadikan Tempat Maksiat Dosa Terbesar Kendari, 19/1/2021, Sultra1News.

Dugaaan Bisnis lendir prostitusi melibatkan usia anak-anak baru masuk remaja alias rata rata dibawa umur melaui online “ mbah MiChat “ yang diduga di lakukan di TKP ( Tempat Kejadian Perkara) di kedua Hotel Kota Kendari ( Hotel PJ dan Hotel GDD) yang disinyalir kedua Hotel tersebut juga menyediakan ruang kamar pesta Sex sambil nikmati serbuk haram putih oleh beberapa lelaki hidung belang yang maniak selangkangan bisnis lendir digerebek masyarakat dan keluarga korban sendiri.

Ikon Kota Kendari Kota Bertakwa sepertinya hanya sebuah simbol isapan jempol belaka dan yang bertanggungjawab penuh dihadapan Allah Swt adalah pemimpin dan kita sendiri masyarakat harus turun memberikan sosialisasi juga pemahaman serta pembinaan dengan cara yang baik bahwa maksiat zinah bisnis lendir prostitusi itu di larang dan dosa besar serta berdampak buruk bagi kelangsungan berkehidupan secara sosial utamanya kita mayoritas orang muslim Sulawesi Tenggara.

Kita semua khusus para tokoh agama, tokoh masyarakat, para cedikiawan masyarakat Kota Kendari akan mendapatkan dampak fitnah besar dan bisa terjadi bencana kalau peristiwa bisnis lendir prostitusi hanya dibiarkan menjamur di hotel hotel khusus menyiapkan esek esek selengkangan sambil nyabu, “ , ungkap mr X yang ikut menjaring oprasi pengerebekan tersebut.

Dari hasil investigasi pantauan langsung dan beberapa sumber informasi yang berhasil di himpun Jurnal SSN kedua Hotel tersebut diduga kerap melayani bisni lendir bebarapa anak perempuan yang masih dibawa umur yang sangat meresahkan warga dan ironinya bagi orang tua yang tidak tahu menahu anaknya masih dibawah umur telah jadi korban bisnis haram lendir prostitusi.

“ kedua pemilik hotel PJ dan GDD harus dipidanakan oleh onknum aparat penegakan hukum sesuai aturan dugaan PMH ( Perbuatan Melawan Hukum ) dalam video yeng berdurasi 16 detik para pemilik kedua hotel tersebut serta karyawan yang membiarkan menyediakan ruang kamar prostitusi bisnis lendir juga masuknya barang haram jenis sabu sambil diduga selesai melakukan pesta sex ,” papar salah satu saksi yang hadir saat pengerebakan dalam video tersebut, yang tidak mau disebut namanya dalam berita Investigasi SSN
Menurut salah satu sumber informasi SSN yang berhasil dihimpun , disinyalir sarang tempat bisnis esek-esek lendir prostitusi pesta nyabu dan peredaran jenis Narkoba terbesar untuk saat ini ada dikedua Hotel tersebut yang diduga turut melibatkan manager hotel dan beberapa oknum karyawan.

Bukan hanya pesta seks bisnis lendir bagi anak sekolahan yang masih SMP dan SMA yang masih dibawa umur yang kerap dilakukan kedua gedung kamar hotel tersebut ( PJ dan GDD) yang dijual mucikari lewat beberapa agent selengkangan melalui system aplikasi online mbah MiChat diduga agent tunggal bisnis lendir turut melibatkan manager hotel dan karyawan kedua hotel tersebut dan juga pengedaran bisnis narkoba.

Ketua Relawawan Galang Kemajuan Jokowi Center Sulawesi Besar Markas Besar Sulawesi Tenggara yang Muhammad Djaelani Djery Lihawa ditemui Jurnal SSN sangat menyayangkan dan mengutuk kejadian ini ditengah kita menghadapi bencana wabah virus corona yang belum usai dan beberapa kejadian bencana alam dan siklus roda ekonomi yang belum stabil ada lagi beban dan tanggung jawab kita bersama untuk memberantas dan membersihkan penyakit masyarakat dagang bisnis lendir prostitusi bahkan sampai penjualan jenis serbuk sabu narkoba yang diduga melibatkan manager kedua hotel dan karyawan kedua Hotel tersebut.

Kami Sebagai tokoh pemuda aktifis relawan yang juga masyarakat Sulawesi Tenggara marah dan mengutuk atas kebiadaban moralitas kejadian di kedua hotel yang sengaja menampung para bisnis lendir dan narkoba yang kemuadian menjadi korban adalah anak-anak dibawah umur . Kota kendari ini bukan masuk 10 kota maksiat dosa besar dan kita bukan kota texas bagian Amerika atau Thailand kota China Makao bebas prostitusi pesta sex, narkoba, perjudian dan markas mafia berdasi pencari selengkangan.

Sabagai masayarakat Sultra yang bertaqwa mayoritas muslim dengan kearifan lokal adat dan marwah budaya orang pribumi Anoa Sultra tidak patut kota Kendari kita biarkan jadi kategori kota masksiat prostitusi apalagi bisnis narkoba yang diduga dilakukan mucikari lokal yang diduga melibatkan Kedua manajemen Hotel yang selama ini terselubung dan baru terbongkar dan ketahuan.

Hak Kontitusi masyarakat Sultra adalah bentuk pengawasan punya moral tanggung jawab menghimbau dan meminta kepada Gubernur Sultra Saudara, Ali Mazi dan Walikota Kendari bahwa kedua kepala daerah tersebut janganlah pongah dan membiarkan fakta kejadian berlarut larut yang kemudian hanya duduk manis nikmati titipan jabatan kekuasaan sementara, sibuk mengurus kekuasaan politik dan lingkaran dinastynya , sementara itu masyarakat dibiarkan hidup dalam keresahan gangguan ketidaknyamanan , kerusakan ahlak moralitas dimana mana ,dihadapkan pada krisis kepimpinan, ketidak percayaan , ketidakadilan , bahkan diskriminasi habis terjadi disetiap sektor pemerintahan birokrasi kedua kepala daearah tersebut kedapan masayarakat memilih harus lebih selektif
Kedua kepala daearah tersebut jangan saling membagi kekuasan dan melepas tanggung jawab namun harus berupaya melakukan konsulidasi sebab ini tanggung jawab moral secara kolektif kedua kepala daerah , Gubernur dan Walikota , kalau perlu bersama tokoh agama dan para cendikiawan tokoh masyarakat melakukan sosialisasi memperbaiki keadaan ini sebelum azab Allah Swt azawajalah yang maha kuasa meluluhlantahkan Sulawesi Tenggara seperti negeri Aceh dan kejadian air bah jaman nabi Nuh Alaisalam, Ingat gempa Sulawesi Tengah dan banjir Konawe tahun kemarin itu akibat dari manusia yang membuat kerusakan dimuka bumi.

Kami Relawan Galang Kemajuan Center Jokowi { GKC-Jokowi) mewakili atas nama masyarakat Sultra meminta kepada aparat Kepolisian untuk segera menangkap para pelaku dan memeriksa kedua manager hotel dan karyawan kedua hotel tersebut terkait atas dugaan bisnis lendir selengkangan prostitusi dan peredaran narkoba melakukan dugaan pratek pesta sex kebiadaban moralitas pada anak anak perempuan usia dibawah umur yang menjadi bisnis esek-esek di petontonkan secara nyata.

“ guna dan serta menyelematkan generasi dari pengaruh narkoba dan prostitusi yang sebagian terjaring yang menjadi korban pada anak anak perempuan di bawah umur yang masih sekolah SMP dan SMA jadi penjualan bisnis lendir prostitusi serta mengembalikan kembali kehormatan harkat dan martabat kota Bertakwa sebagai amanah agama (Dien) dan amanah nenek moyang leluhur kami , budaya dan adat kami Bumi Anoa , kedua pemimpin , Gubernur Sultra dan Walikota Kota Kendari harus bertanggung jawab secara moral dan jangan terkesan turut membiarkan “ imbuh , Muhammad Djaelani Djery Lihawa

( Laode M / TIM SSN)

Berikut gambar dan video yang sempat terekam dan dalam durasi rekaman video tersebut ada salah satu pihak keluarga yang mencari anaknya yang diduga salah satu anaknya yang masih dibawa umur menjadi korban bisnis lendir prostitusi dan narkoba.