Ketua Koperasi Spead Boad Jembatan Batu : Dishub Sultra Diduga Keluarkan Persetujuan Izin Trayek Menguntungkan Sepihak.

      Comments Off on Ketua Koperasi Spead Boad Jembatan Batu : Dishub Sultra Diduga Keluarkan Persetujuan Izin Trayek Menguntungkan Sepihak.

Sultra1News / Baubau – Pelaku usaha jasa penyeberangan Speed Boat Jembatan Batu Kota Baubau meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra untuk mencabut surat operasional transportasi laut jenis Jarangka.

Hal tersebut disampaikan saat rapat bersama pihak Speed Boat, pihak Jarangka, perwakilan Dishub Sultra, perwakilan PTSP Sultra,Perwakilan Kapolres Baubau,Perwakilan Dandim 1413 Buton,Perwakilan Danposal Baubau serta Pemkot Baubau di Kantor Wali Kota Baubau, Selasa 2 Februari 2021.

Ketua Koperasi Speed Boat Jembatan Batu La Ode Sahrun menuturkan, dalam rapat tersebut pihaknya meminta Dishub Sultra untuk mencabut surat operasional Jarangka.

Pasalnya, Rencana Operasional Trayek (RPT) yang disetujui oleh Dishub Sultra tanpa diketahui oleh pihak Speed Boat Jembatan Batu atau tidak dilibatkan.

“Harusnya Dishub Sultra turun lapangan terlebih dahulu untuk mengecek apakah Trayek tujuan jembatan batu wamengkoli sudah ada atau tidak, jangan se enaknya mengeluarkan surat pesetujuan trayek tanpa melakukan pertemuan kedua bela pihak antara spead boad dan jarangka” tambahnya.

“Jadi kan rute Jembatan Batu-Wamengkoli (Buteng) adalah jalurnya Speed Boat, sedangkan Jarangka itu rutenya Pantai Kamali-Pulau Makasar atau Jembatan Batu-Pulau Makasar. Tapi mereka (Dishub Sultra) menyetujui RPT Jarangka untuk rute Jembatan Batu-Wamengkoli,” tutur Sahrun usai rapat.

Akibatnya, pihaknya tidak bisa melarang pelaku usaha jasa transportasi laut Jarangka karena adanya surat tersebut.

“Tapi kalau kita tidak larang, kasian tempat pencarian teman-teman Speed Boat terganggu. Makanya kami minta Dishub Sultra untuk meninjau kembali surat operasioanal Jarangka yang telah disetujui itu,” ujarnya.

“Dishub sultra tidak mengetahui selama 12 tahun spead boad menderita dikarenakan pihak jarangka telah mengambil hak spead boad dalam hal ini rute jembatan batu wamengkoli”.

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Jarangka Puma Abadi Arsyid Arsyad mengatakan, terkait permasalahan ini pemerintah telah mengambil peran dengan melakukan telaah hingga beberapa hari kedepan agar munculnya kesepakatan.

“Pemerintah mencarikan solusi yang terbaik, meski Jarangka sudah memiliki izin trayek. Sambil menunggu (Solusi), kedua pihak kembali dulu ke trayek masing-masing,” ujarnya.

Kepala Seksi Angkutan Pelayaran Rakyat Dishub Sultra Muhamad Jalil Arfin Razak menambahkan, pihaknya tidak bisa membatalkan surat operasional Jarangka tersebut.

Kecuali, lanjut Jalil, badan usaha Jarangka tersebut selaku pemohon mengajukan kembali terkait Rencana Pengoperasian Kapal (RPK) dan Rencana Pola Trayek (RPT).

“Tidak dapat dilakukan (pembatalan) karena ada regulasi yang mengatur,” tambah Jalil.

Ketua Koperasi Spead Boad Jembatan Batu : Dishub Sultra Diduga Keluarkan Persetujuan Izin Trayek Menguntungkan Sepihak. (Tim SSN).