• 34Âșc, Sunny
  • Tuesday, 18th June, 2019

Kajati Sultra Atensi Laporan Resmi Dugaan Korupsi Putar Putar Uang APBN/ APBD Pemkot Baubau 100 M

Sultra1News / Kendari - Laporan pengaduan resmi oleh Ketua Relawan Galang Kemajuan Center Jokowi (GKC-JOKOWI) Sultra yang juga Ketua Besar Santri Bela Negara Lebikraf NU se-Sulawesi, Djery Lihawa terkait adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi atas anggaran Kas Belanja Negara dan Belanja Daerah (APBN/APBD)  Pemerintahan Kota Baubau  yang diterima oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sulawesi Tenggara, Raimel Jesaja,SH,MH pada tanggal 27 Juni 2022 tepatnya di Kantor Kajati Sultra dan segera akan dilakukan proses selanjutnya.

Kajati melalui Kasipenkum (Kasi Penegakan Hukum dan Humas), Dodi,SH ditemui wartawan SSN diruangan kerjanya mengatakan, bahwa laporan pengaduan resmi atas dugaan kasus korupsi tersebut yang di laporkan oleh Ketua Relawan GKC-Jokowi telah di atensi oleh Bapak Kajati dan segera akan ditindak lanjuti.

Mengenai tanda terima laporan tersebut sebagai bukti itu telah di cap di bagian staf Kajati dan Bapak Kajati telah memerintahkan melalui Jampidsus  membentuk Tim Khusus 

Dia , Dodi ,SH Dalam keterangan menambahkan sementara berkas laporan tersebut telah di telaah masuk di proses ke Jampidsus untuk segera bentuk tim khusus di mulainya proses lidik 

“ surat laporan Ketua Relawan Jokowi tersebut diatensi Bapak Kajati dan telah disposisi untuk di tindak lanjuti ke Jampidsus dan oleh pihak Pidsus Kajati lagi memproses dan menelaah lebih lanjut dan mempersiapkan membentuk tim khusus, “ uangkap Kasipenkum,Dodi,SH

Dalam keterangan Pers Ketua Relawan GKC-Jokowi dengan tegas  mengumumkan perang melawan korupsi. Menurutnya para oknum pejabat yang melakukan dugaan Tindak Korupsi apalagi terhadap anggaran APBN/APBD yang asal usulnya dari uang rakyat harus di tangkap jika terbukti bersalah. Oknum pejabat korup diberikan efek jera kepada para oknum pejabat yang lainya agar jagan melakukan korupsi pada uang negara dan rakyat.

“ korupsi ini penyakit menular lebih jijik dari virus Corona yang harus di perangi sampai ke akar akarnya dan di musnahkan dari muka Bumi bangsa ini, pasalnya penyakit korup ini yang di lakukan oleh para oknum pejabat itu uang haram hasil dari jutaan uang keringat rakyat Indonesia yang pendapatanya dari dana tersebut masuk ke kas negara dan kas daerah untuk demi untuk kesejahteraan rakyat,kok bisa mau di korupsi padahal negara sudah memberikan gaji tunjangan yang cukup  “ ungkap, Djery Lihawa 

Pasalnya lanjut, Gus Djery Lihawa panggilan akrab di kalangan NU , oknum pejabat korup ini sudah tidak ada lagi rasa malu dan urat akhlak mereka telah putus, Tuhan pencipta langit dan Bumi , Allah Subhanahuwataalla mereka telah berani menantang demi kekuasaan sahwat mereka  tidak ada lagi rasa takut pada kematian dan  pembalasan akhirat.  Penjara  dunia lembaga  pemasyarakatan itu sudah terbiasa bagi oknum pejabat para korup bangsa ini.

Cap Tanda Terima Laporan dari Kajati

Penjara tempat persinggahan guna menambah bekal ilmu menejemen konflik kekuasaan politik dan keluar  dari penjara lakukan korupsi merampok lagi uang negara dan rakyat olehnya itu pihaknya meminta pada pihak Kajati Sultra agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut dan memanggil 10 orang nama-nama oknum pejabat atas dugaan korupsi yang  kami laporkan resmi tersebut   

Asas praduga tak bersalah kita harus hormati demi terwujudnya kepastian hukum. Tentunya dengan memanggil 10 orang oknum pejabat terkait terlibat dugaan korupsi anggaran dana APBN/APBD Kota Baubau 100 Miliar Lebih tanpa regulasi dan payung hukum yang Yang jelas yang asal dana tersebut telah mengendap lama di brankas Bank Sultra Kota Baubau.

Kami menduga kedua orang pimpinan  pejabat Bank Sultra, WS dan AL  terlibat mengetahui serta turut mengendapkan dana tersebut dan para kepala Bank , Sinarmas,BNI,BRI,BTN dan Mandri harus di periksa olah Jampidsus Kajati yang diduga turut menerima pembagian dana tersebut masing masing pihak Bank  cabang sebesar 10 Miliar      

‘ 100 M dana lebih APBN/APBD Pemerintahan Kota Baubau yang mengendap di Bank Sultra Baubau kemudian di tarik oleh kedua orang pejabat , PLT walikota Baubau , LMM dan YW  lantas didepositokan bunga berjalan sebesar 50 Miliar di lima Lima Bank sebagaimana dikatakan oleh Kepala BPKAD Pemkot Baubau , Yuli Widiarti itu tanpa payung hukum keluar dari regulasi dan diduga syarat dengan , Gratifikasi, TPPU dan penyuapan, ini  Korupsi , Kolusi dan Nepotisme dugaan korupsi secara berjamaah,” pungkas Djery Lihawa   

Penting bagi mereka oknum pejabat korup memperkaya diri sendiri ,kelompoknya dan dinasty politiknya, tidak ada rasa malu  lagi bagi oknum pejabat korup bangsa ini, sama tuhan pencipta langit dan bumi saja sudah berani melawan apalagi para penegak hukum sudah hal biasa bagi mereka para oknum pejabat korup jika berhadapan nantinya 

Ketua Relawan Jokowi yang juga Ketua Besar Santri Bela Negara Lebikraf-NU itu mengatakan , bahwa diatas langit masi ada langit akan mengawal terus proses ini dan menindak lanjuti kordinasinya dengan pihak Kejaksaan Agung jika kasus ini jalan di tempat 

‘ menyalahgunakan kewenangan jabatan mall administrasi pada keuangan negara adalah asal muasal terjadinya urat nadi dugaan korupsi, olehnya itu pihaknya meminta Bapak Kajati Sultra agar segera memanggil dan memproses 10 nama-nama yang terlibat atas indikasi dugaan korupsi dana APBN/APBD kota Baubau 100 Miliar lebih dan kepastian hukum bisa berjalan sesuai kaidah amanah undang-undang konstitusional dan institusi , tutur, Gus Djery Lihawa Ketua Relawan GKC-Jokowi dan Ketua Besar SBN-Lebkraf NU Sulawesi  ( Ar/SSN/Tim)

Follow Us