• 34ΒΊc, Sunny
  • Tuesday, 18th June, 2019

Optimalisasi Pemanfaatan Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Semayang

Penulis : Nurahdiat Mustika Aungadi, S.Si., S.IP., MPWK.

ABSTRAK

Pada awalnya Pelabuhan Semayang melayani muatan barang umum, petikemas dan penumpang. Tapi, pada tahun 2013 muatan petikemas mulai dialihkan ke Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Dengan dialihkanya petikemas tersebut, fasilitas dan peralatan yang dimiliki oleh Pelabuhan Semayang tidak tergunakan secara maksimal, karena nantinya akan berdampak pada pendapatan perusahaan. Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini adalah memilih salah satu jenis muatan untuk optimalisasi fasilitas dan peralatan Pelabuhan Semayang. Dalam pemilihan muatan tersebut, digunakan analisis matriks BCG dengan hasil menunjukkan bahwa muatan yang terpilih yaitu muatan barang umum. Karena dalam matriks BCG muatan barang umum berada di kategori star dengan pangsa pasar 0,919 dan pertumbuhan industri sebesar 3,98%, sedangkan muatan petikemas hanya berada di kuadran question marks dan penumpang di kuadran dog. Kemudian dalam analisis hubungan antara kapasitas fasilitas dan peralatan dengan proyeksi arus barang dan penumpang, fasilitas dan peralatan dari muatan barang umum yang sudah tidak optimal yaitu gudang berkapasitas 858.755 ton per tahun mencapai titik maksimum pada tahun 2032 dengan arus muatan 884.325 ton, sedangkan 2 HMC yang digunakan berkapasitas total 804.825 ton per tahun mencapai titik maksimum pada tahun 2023 dengan arus muatan 824.564 ton. Didapatkan optimalisasi fasilitas dan peralatan Pelabuhan Semayang yaitu pengembangan gudang dengan luas 380 m2, penambahan 1 unit HMC 35 ton, pemanfaatan lapangan penumpukan seluas 2.570 m2 untuk offshore supply base.

 

PENDAHULUAN 

Pelabuhan dalam aktivitasnya mempunyai peranan penting dan strategis untuk pertumbuhan industri dan perdagangan, serta merupakan bisnis usaha yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional. Hal ini membawa adanya konsekuensi terhadap pengelolaan bisnis usaha pelabuhan tersebut agar pengoperasiannya dapat dilakukan secara efektif dan efisien, sehingga membuat pelayanan pelabuhan menjadi lancar, aman dan cepat. Pada dasarnya pelayanan yang diberikan oleh pelabuhan adalah pelayanan terhadap kapal dan pelayanan terhadap muatan, baik itu barang maupun penumpang. Dapat dikatakan juga bahwa pelabuhan sebagai salah satu infrastruktur transportasi yang dapat membangkitkan kegiatan perekonomian suatu wilayah.

Di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya berada di Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan terdapat pelabuhan umum yang menjadi salah satu penunjang perekonomian wilayah tersebut, yaitu Pelabuhan Semayang. Pelabuhan yang berdiri di atas lahan seluas 30, 35 Ha yang saat ini melayani muatan general cargo, petikemas, dan penumpang. Pada awalnya muatan petikemas juga termasuk kedalam bisnis usaha di Pelabuhan Semayang, akan tetapi pada tahun 2013 muatan petikemas mulai dialihkan ke perusahaan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Adanya KKT dikarenakan pengembangan lapangan penumpukan tidak bisa dilakukan lagi di Pelabuhan Semayang. Di Pelabuhan Semayang hanya bisa melayani sekitar 50.000 TEUs, sedangkan tercatat di tahun 2007 arus petikemas sudah mencapai 78.836 TEUs. Kendala lain sehingga tidak dikembangkannya Pelabuhan Semayang lagi yaitu karena sempitnya jalan akses dari dan ke Pelabuhan Semayang (Suryanto, Kariangau Kaltim Terminal Potensi Baru Balikpapan, 2008).

Menurut Ramadhani, saat ini Pelabuhan Semayang masih melayani muatan petikemas, tapi hanya sebagian kecil saja yaitu petikemas impor, selebihnya beralih ke PT. KKT. Sejak dialihkannya muatan petikemas ke PT. KKT, muatan/barang yang dilayani oleh Pelindo 4 cabang Balikpapan khususnya pada Divisi Pelayanan Barang & Aneka Usaha (PBAU) mengalami penurunan. Dengan kata lain, maka fasilitas dan peralatan yang dimiliki oleh Pelindo 4 cabang Balikpapan tidak tergunakan secara

maksimal, sedangkan fasilitas dan peralatan tersebut masih dalam kondisi baik dan memenuhi standar. Perlu dilakukan tindakan untuk dapat mengoptimalkan fasilitas dan peralatan pelabuhan sehingga dapat digunakan secara efektif dan efisien, karena nantinya akan berdampak juga pada pendapatan perusahaan .

Pada tugas ini akan dilakukan kajian untuk memilih salah satu jenis muatan yang dilayani oleh Pelabuhan Semayang agar dapat mengoptimalkan fasilitas dan peralatan. Dengan adanya studi yang berjudul “Strategi Pemilihan Jenis Muatan untuk Optimalisasi Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan: Studi Kasus Pelabuhan Semayang, Balikpapan” ini diharapkan 

 

 

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, beberapa permasalahan ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi saat ini di Pelabuhan Semayang?

2. Bagaimana strategi pemilihan jenis muatan untuk optimalisasi fasilitas dan peralatan di Pelabuhan Semayang?

 

TUJUAN 

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yaitu:

1. Mengetahui kondisi saat ini dari Pelabuhan Semayang.

2. Mengetahui jenis muatan yang dipilih untuk mengoptimalkan fasilitas dan peralatan di Pelabuhan Semayang. 

 

MANFAAT

Manfaat dari pengerjaan tugas ini yaitu dapat mengetahui kondisi saat ini dari Pelabuhan Semayang. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak pengambil keputusan di Pelindo IV cabang Balikpapan dalam menentukan pengembangan Pelabuhan Semayang. 

 

METODOLOGI PENELITIAN

Diagram alir penelitian dapat dilihat pada gambar berikut ini : 

Tarif Jasa Layanan Pelabuhan 

Jasa layanan kapal terdiri dari layanan labuh, tambat, pandu dan tunda. Jasa layanan kapal tersebut merupakan salah satu sumber untuk menghitung pendapatan bagi pelabuhan. Jasa labuh dikenakan per ukuran kapal dalam GT (gross tonnage) dalam tiap kunjungan kapal. Adapun formula untuk menghitung pendapatan labuh yaitu pada persamaan berikut,

π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› πΏπ‘Žπ‘π‘’β„Ž = ∑(π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ π‘™π‘Žπ‘π‘’β„Ž ∗ 𝐺𝑅𝑇 ∗ π‘˜π‘’π‘›π‘—π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘›)

Jasa tambat dihitung per ukuran kapal dalam GT (gross tonnage) dan per etmal, dengan menambatkan tali dari kapal ke dermaga tempat kapal akan melakukan kegiatan bongkar muat. Adapun formula untuk menghitung pendapatan tambat yaitu sebagai berikut,

π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘‡π‘Žπ‘šπ‘π‘Žπ‘‘ = ∑(π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ π‘‡π‘Žπ‘šπ‘π‘Žπ‘‘ ∗ 𝐺𝑅𝑇 ∗ π‘’π‘‘π‘šπ‘Žπ‘™)

Jasa pandu dikenakan tarif untuk per kapal dan per gerakan. Adapun formula untuk menghitung pendapatan pandu yaitu sebagai berikut,

π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘›π‘‘π‘’ = ∑(((π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ ∗ π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘Žπ‘π‘Žπ‘™) + (π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ π‘‰π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘π‘’π‘™ ∗ 𝐺𝑅𝑇))

∗ π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž πΊπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›)Dan untuk jasa tunda yaitu dihitung dari per kapal yang ditunda per jam.

(4-3)π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘›π‘‘π‘Ž

(4-4)= ∑((π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ ∗ π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘Žπ‘π‘Žπ‘™ ∗ π‘™π‘Žπ‘šπ‘Ž π‘—π‘Žπ‘š) + (π‘‡π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“ π‘£π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘π‘’π‘™ ∗ 𝐺𝑇 ∗ π‘™π‘Žπ‘šπ‘Ž π‘—π‘Žπ‘š)) 

Berikut adalah daftar tarif yang berlaku di Pelabuhan Semayang : 

Tarif jasa dermaga adalah tarif yang dikenakan atas barang yang dibongkar maupun dimuat, dimana kegiatan tersebut menggunakan dermaga dari terminal : 

Adapun tarif tersebut terbagi menjadi dua yaitu barang yang dibongkar atau dimuat berupa kemasan seperti menggunakan petikemas 20 ft atau 40 ft baik isi maupun kosong, dikemas menggunakan palet, dan berupa kendaraan, tronton, trailer ataupun alat berat. Yang kedua yaitu barang yang tidak dalam kemasan, yaitu seperti barang yang tidak menggunakan alat khusus/mekanis, barang yang menggunakan alat khusus/mekanis, dan hewan.

Jasa penumpukan adalah tarif yang dikenakan setelah barang dibongkar apabila tidak menggunakan truck lossing dan untuk muatan yang akan dimuat ke kapal pada umumnya wajib melakukan penumpukan. Rata-rata lama penumpukkan petikemas di Pelabuhan Semayang yaitu lima hari. Sedangkan untuk penumpukkan di gudang yaitu dua hari. Penumpukan di gudang lebih cepat dikarenakan adanya truck lossing yang terjadi di Pelabuhan Semayang cukup besar yaitu berkisar 20%. Berikut adalah tarif jasa layanan pelabuhan yang ada di Pelabuhan Semayang, 

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil, yaitu sebagai berikut : 

1. Kondisi saat ini di pelabuhan semayang yaitu : 

a. Fasilitas Pelabuhan Semayang meliputi : 

- Dermaga panjang 269 meter berkapasitas 804.825 ton per tahun untuk barang umum dan 76.650 TEUs per tahun untuk petikemas, serta BOR sebesar 36%;

- Luas total Gudang 2.450 m2, kapasitas 858.755 ton per tahun dan SOR sebesar 54%;

- Luas total lapangan penumpukan dengan 10.568 m2, kapasitas 51.431 

- TEUs per tahun dan YOR sebesar 6,63%,

- Luas total terminal penumpang 2.500 m2, dapat menampung penumpang di ruang tunggu sebanyak 1.300 orang.

b. Peralatan bongar muat Pelabuhan Semayang meliputi : 

- HMC 25 ton pada muatan barang umum, produktivitas bongkar muat 40 ton/jam, kapasitas 306.600 ton per tahun;

- HMC 35 ton pada muatan barang umum, produktivitas 65 ton/jam, kapasitas 498.225 ton per tahun;

- HMC 35 ton pada muatan petikemas, produktivitas 10 TEUs/jam, kapasitas 76.650 TEUs per tahun;

- Rata-rata tingkat utilitas kedua alat tersebut yaitu sebesar 35%.

c. Arus muatan pada tahun 2016 : 

- Muatan barang umum sebanyak 582.784 ton, pertumbuhan rata-rata 4% tiap tahun;

- Muatan petikemas sebanyak 2.808 TEUs, pertumbuhan rata-rata -29% tiap tahun;

2. Jenis muatan yang terpilih untuk mengoptimalkan fasilitas dan peralatan Pelabuhan Semayang yaitu barang umum (general cargo). Muatan barang umum berada di kuadran star, dengan pangsa pasar 0,92 dan pertumbuhan industri sebesar 4%. Kemudian gudang berkapasitas 858.755 ton per tahun diramalkan mencapai titik maksimum pada tahun 2032 dengan arus muatan 884.325 ton. Kemudian alat bongkar muat yang digunakan berkapasitas total 804.825 ton per tahun juga mencapai titik maksimum pada tahun 2023 dengan arus muatan 824.564 ton. 

3. Didapatkan optimalisasi fasilitas dan peralatan Pelabuhan Semayang beserta nilai investasinya, yaitu:

a.Pengembangan gudang dengan luasan 380 m2, investasi sebesar 23,3 miliar rupiah;

b.Penambahan satu unit alat HMC kapasitas 35 ton, investasi sebesar 2,7 miliar rupiah;

c.Investasi total yang dibutuhkan yaitu 26 miliar rupiah;

d.Memanfaatkan lapangan penumpukan seluas 2.570 m2 untuk muatan offshore supply base

4. Pendapatan total tiap tahun yang diperoleh dari terpakainya sewa lapangan penumpukan yang disediakan sebagai offshore supply base yaitu berkisar antara 128,4 juta rupiah sampai 214 juta rupiah, dengan nilai sewa tanah per meter persegi yaitu 1,5 juta rupiah sampai 2,5 juta rupiah.

 

Follow Us